JAKARTA, Infotren.id - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam memperkuat daya saing UMKM produk halal.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham saat menjadi narasumber talkshow bertema “Lebih Berkah Pembiayaan bagi Pelaku UMKM Produk Halal”.
Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan Buka Bersama dan Santunan yang diselenggarakan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Muhammad Aqil Irham menegaskan bahwa penguatan UMKM produk halal tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Penguatan tersebut dilakukan dengan terus memperkuat sosialisasi, edukasi, literasi, hingga fasilitasi dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMK.
"Jumlah UMK kita sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak untuk membantu para pelaku UMK agar bersertifikat halal,” terang Muhammad Aqil Irham, dikutip dari siaran pers BPJPH.
Lebih lanjut, Muhammad Aqil Irham mengatakan bahwa saat ini tren pasar menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat. Sehingga, pelaku UMKM perlu merespons ini dengan serius.

BPJPH mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam memperkuat daya saing UMKM produk halal. foto: BPJPH
“UMKM kita harus mengikuti perkembangan pasar. Konsumen hari ini semakin selektif dalam memilih produk. Bahkan anak-anak Gen-Z saja sekarang kalau di mall atau di tempat-tempat umum kalau mau makan nanya dulu, ini sudah (bersertifikat) halal belum? Ini bisa menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing,” tuturnya.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut, lanjutnya, maka label halal kini bukan sekadar sebagai pemenuhan kepatuhan regulasi semata, tetapi telah menjadi variabel penting ekonomi.

