INFOTREN.ID - Ketegangan militer antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah insiden serangan pesawat nirawak di wilayah Rusia pada Minggu (5/4/2026). Serangan ini diklaim berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Moskow.
Namun, dampak dari upaya pencegatan tersebut ternyata tidak sepenuhnya nihil. Puing-puing dari salah satu drone yang ditembak jatuh dilaporkan jatuh dan menghantam infrastruktur vital di daratan Rusia.
Secara spesifik, puing tersebut menyebabkan kerusakan parsial pada salah satu pipa minyak yang berada di dekat kawasan pelabuhan Baltik Primorsk. Insiden ini menambah daftar panjang serangan Ukraina terhadap target infrastruktur Rusia belakangan ini.
Pihak berwenang Rusia segera merespons insiden tersebut dengan mengerahkan tim untuk mengamankan area terdampak. Fokus utama adalah mengendalikan potensi bahaya dari material yang terbakar akibat hantaman puing.
"Puing-puing dari salah satu pesawat drone yang ditembak tersebut lalu 'merusak sebagian pipa minyak di dekat pelabuhan Primorsk, dan pipa tersebut sedang dibakar dengan aman,'" ujar gubernur regional Alexander Drozdenko melalui Telegram, dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).
Gubernur Drozdenko juga memberikan konfirmasi penting mengenai dampak kemanusiaan dari insiden tersebut. Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang diakibatkan oleh jatuhnya puing drone tersebut.
"Ia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," demikian disebutkan dalam laporan mengenai insiden di Primorsk tersebut, dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).
Secara keseluruhan, pertahanan udara Rusia dilaporkan sukses menembak jatuh sebanyak 19 unit pesawat nirawak yang memasuki wilayah Leningrad. Meski berhasil dicegat, insiden ini menyoroti intensitas serangan drone Ukraina.
Aktivitas serangan Ukraina terhadap infrastruktur Rusia, terutama fasilitas energi dan logistik, diketahui telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menjadi indikasi eskalasi taktik perang di kedua belah pihak.