INFOTREN.ID - Sebuah insiden kekerasan terbaru kembali terjadi di provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, dengan menargetkan fasilitas pertambangan.

Serangan ini secara spesifik menyasar sebuah proyek pertambangan tembaga dan emas yang berlokasi di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar panjang ketidakstabilan keamanan yang terus dihadapi oleh Balochistan akibat gerakan separatis bersenjata yang aktif di sana.

Aksi penyerangan terjadi pada hari Rabu, 22 April, ketika sekelompok militan bersenjata melakukan serangan terkoordinasi.

Diperkirakan sekitar 40 militan terlibat dalam serangan tersebut, menggunakan kombinasi sepeda motor dan kendaraan lain untuk mencapai lokasi target.

Lokasi spesifik penyerangan adalah daerah Darigwan, yang berada di distrik Chagai, di mana proyek pertambangan tersebut beroperasi.

Proyek tambang yang menjadi sasaran penyerangan tersebut diketahui merupakan milik perusahaan Pakistan National Resources Private Limited (NRL).

Kekerasan ini mengakibatkan kerugian signifikan, dengan total korban jiwa mencapai angka sepuluh orang berdasarkan laporan awal.

"Serangan itu menewaskan sepuluh orang, termasuk tujuh pekerja dan tiga personel keamanan," kata seorang pejabat pemerintah setempat, dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/4/2026).