INFOTREN.ID - Amerika Serikat akhirnya menemukan negara yang bersedia menampung Kilmar Abrego, migran yang salah dideportasi ke El Salvador pada Maret lalu.
Pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa Liberia telah setuju menerima Abrego “atas dasar kemanusiaan dan sementara.”
Kesepakatan ini disebut Departemen Kehakiman AS (DOJ) sebagai jalan keluar dari kasus yang telah menimbulkan kritik publik dan tekanan hukum di Washington.
Dalam berkas pengadilan, DOJ menyebut Abrego bisa dipindahkan “paling cepat 31 Oktober.”
“Liberia akan memastikan Abrego tidak dikirim ke negara mana pun di mana ia mungkin menghadapi risiko penganiayaan, penyiksaan, atau bahaya serius lainnya,” tulis pernyataan resmi Kementerian Informasi Liberia, dikutip Reuters (25/10).
Abrego: Dari Maryland ke Mega-Penjara El Salvador
Kisah Abrego menjadi simbol kerasnya kebijakan imigrasi Trump. Ia, seorang pekerja logam asal Amerika Tengah, tinggal di Maryland bersama istri dan anak-anaknya yang seluruhnya warga negara AS.
Namun, tanpa peringatan, ia ditangkap dan dikirim ke El Salvador, meskipun pengadilan AS sempat memerintahkan agar deportasinya ditunda.
Abrego kemudian dijebloskan ke “mega-penjara” dengan kondisi keras di San Salvador. Setelah berbulan-bulan, ia akhirnya dipulangkan ke AS pada Juni lalu.

