Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menunjukkan performa yang cenderung lesu pada perdagangan awal Maret 2026. Emiten yang bergerak di sektor energi baru terbarukan ini terpantau bergerak stagnan di lantai bursa. Para investor kini tengah mencermati pergerakan harga saham milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut dengan saksama.

Berdasarkan data penutupan pasar pada Senin (2/3/2026), harga saham BREN bertengger di level Rp7.775 per lembar. Posisi ini mencerminkan penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi pada awal tahun ini. Secara akumulatif, nilai saham emiten EBT tersebut tercatat sudah merosot sebesar 19,64% secara year to date (YtD).

Meskipun mengalami tren penurunan harga, valuasi dari perusahaan ini dinilai masih berada di level yang sangat tinggi. Banyak pengamat pasar modal yang menyoroti betapa premiumnya harga saham BREN saat ini dibandingkan emiten lainnya. Kondisi tersebut memicu diskusi hangat mengenai fundamental perusahaan di mata para pelaku pasar global dan domestik.

Mengutip data dari Bloomberg, angka-angka fundamental BREN memang menunjukkan rasio yang sangat fantastis bagi sebuah perusahaan publik. Rasio harga terhadap laba atau price to earnings (P/E) tercatat menyentuh angka 458,04 kali. Angka ini dinilai jauh melampaui rata-rata industri sejenis yang ada di pasar modal Indonesia saat ini.

Tak hanya dari sisi laba, rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) juga menunjukkan angka yang sangat premium. Saat ini, PBV ratio BREN berada pada posisi 106,35 kali lipat jika dibandingkan dengan nilai buku perusahaan. Rasio setinggi ini menandakan bahwa pasar memberikan apresiasi yang luar biasa tinggi terhadap aset yang dimiliki perseroan.

Manuver para investor institusi besar seperti BlackRock dan kawan-kawan terhadap emiten ini tetap menjadi perhatian utama para pialang. Target tinggi yang ditetapkan untuk saham BREN seolah berbenturan dengan realita koreksi harga yang sedang terjadi di pasar reguler. Dinamika ini menciptakan spekulasi yang beragam mengenai arah pergerakan harga saham ke depannya.

Perjalanan BREN di sektor energi terbarukan masih menjadi sorotan utama dalam deretan portofolio bisnis milik Prajogo Pangestu. Walaupun sedang mengalami fase landai, potensi jangka panjang dari sektor EBT tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi pemegang saham. Kini, pelaku pasar menanti apakah valuasi premium tersebut akan sebanding dengan performa finansial di masa depan.

Sumber: Premium.bisnis

https://premium.bisnis.com/read/20260302/656/1957074/manuver-blackrock-cs-dan-target-tinggi-untuk-emiten-ebt-prajogo-pangestu-bren