INFOTREN.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah di pasar domestik kembali menghadapi tantangan signifikan pada hari perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Tekanan jual yang kuat ini berdampak langsung pada pelemahan mata uang Garuda terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi depresiasi ini terlihat jelas dari penetapan kurs jual Dolar AS di berbagai bank nasional. Beberapa institusi keuangan tercatat mematok kurs jual mata uang asing tersebut pada level Rp 18.010 per dolar AS.
Angka kurs jual yang mencapai Rp 18.010 ini menjadi penanda adanya sentimen negatif yang tengah mendominasi persepsi pasar terhadap prospek pergerakan Rupiah pada hari tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya kerentanan Rupiah terhadap fluktuasi pasar global.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari platform Bloomberg pada pukul 10.05 WIB, posisi Rupiah terkonfirmasi berada di level Rp 17.886 per Dolar AS. Posisi ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang cukup signifikan dibandingkan dengan penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
Pergeseran nilai tersebut menggarisbawahi volatilitas yang sedang terjadi di pasar valuta asing (valas) domestik. Para pelaku pasar memantau dengan seksama perkembangan global yang mungkin memicu aksi jual atas mata uang Rupiah.
Meskipun terdapat perbedaan antara kurs jual di bank dan kurs spot yang tercatat di Bloomberg, kedua angka tersebut sama-sama mencerminkan tren pelemahan Rupiah secara keseluruhan pada hari itu. Bank cenderung menetapkan kurs jual lebih tinggi untuk menutupi biaya transaksi dan risiko kurs.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, pergerakan nilai tukar Rupiah kembali menghadapi tekanan jual yang signifikan pada hari perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, di pasar spot. Pelemahan ini menyebabkan kurs jual mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) di beberapa bank nasional mencapai titik tertinggi.
Dilansir dari sumber yang sama, kondisi depresiasi mata uang domestik ini tercermin dari patokan kurs jual Dolar AS yang ditetapkan oleh sejumlah bank mencapai level Rp 18.010 per dolar AS. Angka ini menjadi indikasi adanya sentimen negatif yang memengaruhi persepsi pasar terhadap pergerakan Rupiah hari itu.
Lebih lanjut, data dari Bloomberg pada pukul 10.05 WIB menunjukkan bahwa pergerakan Rupiah berada pada posisi Rp 17.886 per Dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang cukup terasa dibandingkan penutupan sesi perdagangan sebelumnya, sebagaimana dikemukakan oleh analis pasar.