INFOTREN.ID - Sebuah perubahan signifikan akan segera terjadi pada mata uang Amerika Serikat, di mana tanda tangan Presiden Donald Trump akan mulai dicantumkan pada uang kertas dolar. Langkah ini direncanakan akan dimulai pada musim panas tahun ini, menandai sebuah babak baru dalam sejarah finansial negara tersebut.
Keputusan ini menciptakan preseden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya, tanda tangan seorang presiden yang masih menjabat akan terpatri secara resmi pada desain uang kertas dolar yang beredar.
Perubahan desain ini ternyata memiliki latar belakang peringatan bersejarah yang penting bagi bangsa Amerika. Kebijakan ini digagas dalam rangka menyambut perayaan hari jadi kemerdekaan AS yang ke-250.
Perayaan penting tersebut dijadwalkan akan jatuh pada tanggal 4 Juli mendatang, memberikan momentum khusus untuk pembaruan signifikan pada desain uang kertas yang familiar tersebut. Hal ini disampaikan oleh Departemen Keuangan AS.
Menurut informasi yang diterima, rencana ini dikonfirmasi oleh Departemen Keuangan AS, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026). Tanggal konfirmasi ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk implementasi di musim panas.
Salah satu dampak mendalam dari desain ulang ini adalah hilangnya elemen penting yang telah lama hadir. Untuk kurun waktu 165 tahun terakhir, tanda tangan pejabat tertentu selalu menjadi bagian integral dari uang kertas dolar.
"Dengan didesain ulang, maka untuk pertama kalinya dalam 165 tahun terakhir, tanda tangan bendahara AS (US Treasurer) akan hilang dari uang kertas dolar Amerika," demikian pernyataan resmi yang dirilis mengenai perubahan tersebut.
Perubahan ini menunjukkan adanya penataan ulang prioritas visual pada mata uang, dengan penekanan pada otoritas kepresidenan yang sedang menjabat dibandingkan dengan pejabat Departemen Keuangan yang selama ini menyertai.