INFOTREN.ID - Menjelang dimulainya turnamen Piala AFF 2026, Tim Nasional Indonesia tercatat hanya menggelar satu pertandingan uji coba. Laga tersebut dilakoni melawan tim domestik, Bali United, dan berakhir dengan kemenangan skuad Garuda dengan skor 3-0.

Dalam sebuah sesi jumpa pers yang diadakan sebelum ajang akbar tersebut, awak media mengajukan pertanyaan kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Pertanyaan tersebut berkisar pada minimnya agenda uji coba internasional yang dianggap ideal bagi timnas.

Menanggapi pertanyaan tersebut, John Herdman memberikan jawaban yang jenaka dan menghibur. Sikapnya ini menunjukkan pendekatan yang ringan namun tetap profesional dalam menghadapi sorotan publik.

Pelatih asal Kanada itu secara berkelakar mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya keras untuk menjajaki kemungkinan dilakukannya pertandingan persahabatan melawan tim-tim sepak bola kelas dunia. Ia menyebutkan beberapa negara adidaya dalam dunia sepak bola sebagai target uji coba.

Herdman secara spesifik menyebutkan nama-nama besar seperti Brasil, Inggris, dan Argentina sebagai lawan yang ideal. Pernyataan ini disambut dengan senyum oleh para awak media yang hadir.

"Kami sudah mencoba menghubungi tim-tim seperti Brasil, Inggris, dan Argentina," ujar John Herdman dalam sesi tanya jawab tersebut.

Pernyataan jenaka ini mengindikasikan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan dalam penjadwalan pertandingan internasional, staf pelatih terus berupaya mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas tim. Hal ini juga bisa dilihat sebagai cara Herdman untuk meredakan potensi kekhawatiran publik.

Meskipun uji coba internasional berskala besar belum terlaksana, kemenangan 3-0 atas Bali United setidaknya memberikan gambaran awal mengenai kesiapan skuad Garuda. Pertandingan melawan tim domestik ini menjadi salah satu tolok ukur awal performa tim.

Upaya Herdman untuk mencari lawan yang lebih kuat, meskipun disampaikan dengan nada canda, menunjukkan ambisi besar untuk membawa Timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional. Fokus pada peningkatan kualitas tetap menjadi prioritas utama.