BALI, INFOTREN– Sebuah video berdurasi singkat mengubah arah sebuah tragedi yang sebelumnya hanya dikenal sebagai kasus dugaan pencurian ayam berujung pengeroyokan.
Dalam video yang viral di media sosial, seorang bocah
perempuan menangis histeris sambil memanggil ayahnya yang sudah terbaring tak
bernyawa. Momen itu menyentuh jutaan warganet dan mengubah perbincangan publik
dari sekadar soal dugaan pencurian menjadi kisah tentang keluarga yang
kehilangan seorang ayah.
Perhatian terhadap kasus itu kini juga datang dari anggota
DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta
Wedasteraputra Suyasa, atau yang lebih dikenal sebagai Arya Wedakarna
(AWK).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya, AWK
mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menewaskan KD, pria asal Buleleng
yang diduga mencuri seekor ayam aduan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Menurut AWK, tidak ada alasan yang dapat membenarkan
seseorang kehilangan nyawa tanpa melalui proses hukum.
"Ini bukan Hindu. Ini bukan Dharma," ujar AWK
dalam video tersebut.
Ia mengajak masyarakat Bali menjadikan peristiwa itu sebagai
pelajaran agar tidak lagi menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.
Janji untuk Tiga Anak yang Ditinggalkan
Bagian yang paling menyentuh dari pernyataan AWK bukan hanya
kecamannya terhadap aksi pengeroyokan, melainkan janjinya kepada keluarga
korban.