INFOTREN.ID - Taman Banjarsari, yang juga dikenal sebagai Monumen 45 Banjarsari (Monjari) di Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik. Hal ini dipicu oleh beredarnya rekaman video yang menampilkan aksi tidak senonoh yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi di area publik tersebut.
Video berdurasi 14 detik yang memperlihatkan tindakan asusila tersebut tersebar luas melalui platform media sosial Instagram, khususnya melalui unggahan akun @peristiwasolo. Dilansir dari Detik Travel, rekaman yang beredar telah melalui proses penyensoran pada bagian perbuatan yang tidak pantas.
Kejadian penyalahgunaan fasilitas umum yang seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Taman yang dibangun untuk mengenang peristiwa Serangan Umum atau Serangan Empat Hari di Solo ini dinilai telah dinodai oleh perilaku menyimpang tersebut.
Unggahan yang menyertai video tersebut menyoroti kegelisahan warga dan mendesak adanya penertiban segera dari pihak berwenang. Keterangan tersebut menekankan bahwa perilaku tersebut meresahkan karena taman adalah fasilitas publik yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif dan ramah keluarga.
Keresahan ini mendorong seruan agar pihak terkait, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), segera mengambil tindakan penertiban. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari, seraya mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang publik.
Menanggapi isu yang mencuat ini, Wali Kota Solo, Respati Ardi, segera memberikan respons resmi terkait tindakan tidak terpuji yang terjadi di fasilitas umum tersebut. Pemerintah Kota Solo berencana untuk memperketat pengawasan dan menambah fasilitas penerangan sebagai langkah pencegahan.
"Hal-hal asusila terjadi belakangan ini tentu kurang baik. Kita ingin mengajak masyarakat untuk saling mengawasi. Kita akan menambahkan pengamanan CCTV dan lampu penerangan yang akan kita selesaikan di tahun ini, supaya benar-benar tidak terjadi hal serupa," ujar Respati Ardi mengenai rencana peningkatan fasilitas keamanan.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, menyatakan bahwa pihaknya merasa kecolongan atas insiden yang terjadi di Taman Banjarsari tersebut. Menurut penjelasannya, personel Satpol PP selama ini memang telah rutin menjalankan patroli keliling di kawasan taman kota.
"Mungkin luput dari patroli kita. Sebenarnya kalau amannya memang dijaga, tapi tidak semua tempat kuat kita jaga, karena juga melihat prioritas," kata Didik Anggono mengenai keterbatasan pengawasan personel di lapangan.