INFOTREN.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi menunjuk Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai pemimpin riset vaksin Tuberkulosis (TB) nasional. Penunjukan ini merupakan langkah strategis dalam upaya Indonesia untuk mengembangkan vaksin TB mandiri yang diharapkan dapat mempercepat eliminasi penyakit mematikan tersebut.
Riset ini akan berfokus pada pengembangan vaksin TB generasi baru yang lebih efektif dan aman, serta mampu memberikan perlindungan jangka panjang. Unpad dipilih berdasarkan rekam jejaknya yang kuat dalam bidang riset kesehatan dan pengembangan vaksin.
"Kami optimis dengan kemampuan Unpad dalam memimpin riset vaksin TB nasional ini. Dengan sumber daya dan keahlian yang dimiliki, kami yakin Unpad dapat menghasilkan vaksin TB yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, dalam keterangan tertulisnya.
Dr. Maxi menambahkan bahwa pengembangan vaksin TB mandiri merupakan prioritas Kemenkes untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan vaksin dari luar negeri. Selain itu, vaksin TB nasional diharapkan dapat lebih terjangkau oleh masyarakat Indonesia.
Riset vaksin TB nasional ini juga akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai institusi riset dan industri farmasi di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pengembangan, uji klinis, hingga produksi vaksin.
"Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari akademisi, industri, maupun pemerintah, untuk memastikan riset ini berjalan lancar dan menghasilkan vaksin yang optimal," jelas Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Dr. Rd. Muhammad Hatta, dr., Sp.M(K).
Prof. Hatta yang juga merupakan kepala tim riset vaksin TB Unpad, mengatakan bahwa pengembangan vaksin TB ini akan melalui berbagai tahapan, mulai dari penelitian dasar, uji praklinis, hingga uji klinis pada manusia.
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan seluruh tahapan riset ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Harapannya, vaksin TB nasional ini dapat segera tersedia dan dimanfaatkan oleh masyarakat," ungkap Prof. Hatta.
Diharapkan dengan adanya vaksin TB nasional ini, Indonesia dapat mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030.