INFOTREN.ID - Industri minyak dan gas (migas) di Indonesia terus membuka pintu lebar bagi para profesional muda. Namun, pemahaman umum yang menyebutkan bahwa hanya lulusan teknik perminyakan yang dibutuhkan ternyata keliru. Sejumlah bidang studi lain memiliki peran vital dalam keberlangsungan dan kemajuan sektor energi ini.

Hal ini diungkapkan oleh pihak terkait yang menegaskan bahwa kebutuhan talenta di industri migas sangatlah beragam. Kebutuhan ini mencakup berbagai disiplin ilmu yang mendukung operasional hulu hingga hilir, serta aspek pendukung lainnya.

Terdapat total 16 jurusan kuliah yang diidentifikasi memiliki permintaan tinggi di sektor migas. Daftar ini mencakup bidang-bidang yang mungkin tidak langsung diasosiasikan dengan pengeboran atau eksplorasi minyak.

"Teknik Perminyakan adalah garda terdepan, namun kita juga butuh ahli dari berbagai bidang lain," ujar seorang perwakilan industri yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antar disiplin ilmu.

Bidang-bidang seperti Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro menjadi tulang punggung dalam pengembangan teknologi dan operasional pabrik pengolahan migas. Keahlian mereka sangat krusial untuk efisiensi dan keamanan proses.

Selain itu, jurusan di bidang Sains seperti Fisika dan Kimia juga memegang peranan penting dalam riset dan pengembangan metode eksplorasi serta analisis data geologi yang kompleks. Pemahaman mendalam tentang sifat material dan energi sangat diperlukan.

Tidak hanya itu, sektor migas juga sangat membutuhkan lulusan dari bidang Ilmu Komputer dan Informatika. Mereka berperan dalam pengelolaan data besar, pengembangan sistem informasi, hingga analisis data untuk pengambilan keputusan strategis.

Aspek hukum dan manajemen juga tidak kalah penting. Lulusan Hukum, Ekonomi, dan Manajemen sangat dibutuhkan untuk menangani aspek perizinan, kontrak, hingga tata kelola perusahaan yang kompleks di industri ini.

"Tanpa dukungan dari berbagai disiplin ilmu ini, industri migas tidak akan bisa berjalan optimal," kata seorang pakar energi yang turut memberikan pandangannya. Beliau menekankan kolaborasi sebagai kunci sukses.