INFOTREN.ID - Putri Widhiasari, yang menyandang gelar Puteri Indonesia Budaya Remaja 2023, menunjukkan dedikasinya yang kuat terhadap isu-isu lingkungan hidup dan aspek sosial kemasyarakatan. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasinya langsung dalam berbagai kegiatan komunitas yang berorientasi pada pelestarian alam.

Aksi nyata yang dilakukan oleh Putri ini berfokus pada kegiatan pelestarian alam yang dilaksanakan di wilayah Ciwidey, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sang Puteri untuk menyalurkan edukasi dan semangat kepedulian kepada sesama peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program yang diselenggarakan oleh organisasi Interact Club Global Sevilla Pulo Mas. Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif melalui kegiatan berbasis aksi nyata di lapangan.

Selama dua hari penuh, Putri Widhiasari tercatat terlibat secara aktif dalam serangkaian agenda yang telah disusun. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi berbagai aspek, baik yang bersifat formal maupun non-formal, menandakan cakupan program yang komprehensif.

Salah satu agenda formal yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut adalah kunjungan edukatif terstruktur. Kunjungan ini dilakukan ke fasilitas pabrik teh yang saat ini masih beroperasi aktif di kawasan Ciwidey.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, Puteri Indonesia Budaya Remaja 2023 menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dan sosial melalui partisipasi dalam kegiatan komunitas. Hal ini membuktikan bahwa gelar yang disandangnya bukan sekadar prestise, melainkan amanah untuk berkontribusi.

"Aksi membumi ini dilakukannya baru-baru ini saat mengikuti sebuah acara pelestarian alam di wilayah Ciwidey, Jawa Barat," demikian keterangan yang menjelaskan konteks aksi lapangan sang Puteri.

Lebih lanjut, keterlibatan Putri dalam program Interact Club Global Sevilla Pulo Mas menunjukkan upaya kolaboratif antara tokoh muda berprestasi dengan organisasi kepemudaan. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pesan konservasi lingkungan.

Rangkaian kegiatan yang dijalani mencakup aspek formal dan non-formal, menunjukkan cakupan program yang luas, termasuk kunjungan edukatif ke pabrik teh. Hal ini memberikan pemahaman mendalam mengenai proses industri yang berdampak pada lingkungan sekitar.