INFOTREN.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara mengenai gelombang narasi dari sejumlah ekonom yang mengkhawatirkan perekonomian Indonesia sedang menuju jurang resesi. Sikap Purbaya ini menunjukkan adanya ketegangan antara pandangan pemerintah dan beberapa analis independen mengenai kondisi makroekonomi terkini.

Purbaya menilai bahwa sentimen negatif yang beredar luas tersebut seringkali tidak didasarkan pada analisis fundamental ekonomi secara menyeluruh dan utuh. Ia menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka untuk melakukan perbaikan jika ditemukan masalah, namun kondisi ekonomi saat ini masih berada di jalur yang positif.

Menanggapi kritik tersebut, Purbaya melontarkan sindiran tajam kepada para ekonom yang menyuarakan pesimisme tersebut. Saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026), ia mempertanyakan kredibilitas para pengkritik.

"Mereka nggak pernah belajar ekonomi, nggak pernah kuliah ekonomi. Mau debatnya di mana? Saya debat sama orang pinggir jalan yang nggak jelas jadinya. Orang di warung-warung masih jago baca-baca begini, ini enggak. Karena mereka punya kemauan. Kenapa nggak saya ajak debat? Kalau nggak pernah belajar ekonomi, saya ajak debat bagaimana?” tegas Purbaya.

Pemerintah, tegas Purbaya, tidak menemukan indikasi nyata yang mengarah pada terjadinya krisis ekonomi di tengah masyarakat saat ini. Salah satu indikator utama yang ia soroti adalah tetap berjalannya aktivitas konsumsi masyarakat dengan baik.

Ia menegaskan bahwa secara umum, kondisi fundamental perekonomian Indonesia masih sangat bagus dan kuat. "Enggak lah, kita enggak krisis. Ekonomi kita masih bagus, masyarakat masih berbelanja,” ujar Purbaya.

Untuk memperkuat argumennya, Purbaya memaparkan data pertumbuhan ekonomi yang positif. Pertumbuhan pada triwulan IV tahun 2025 tercatat mencapai 5,39 persen, dan proyeksi untuk triwulan I 2026 diperkirakan mencapai 5,5 persen atau bahkan melampaui angka tersebut.

Ia melanjutkan, "Enggak, kita masih bagus. Triwulan IV 2025 kemarin tumbuh 5,39 persen. Triwulan ini mungkin 5,5 persen atau lebih,” kata Purbaya.

Selain angka pertumbuhan PDB, Purbaya juga menunjuk pada berbagai indeks sektoral yang menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi. Indikator tersebut meliputi Purchasing Managers’ Index (PMI), indeks kepercayaan konsumen, indeks penjualan ritel, hingga data penjualan mobil.