INFOTREN.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menepis gelombang isu miring yang menyebutkan bahwa kondisi ekonomi nasional tengah berada di ambang resesi. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Purbaya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam forum resmi Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Jakarta.

Purbaya menekankan bahwa indikator-indikator makroekonomi saat ini justru menunjukkan adanya akselerasi pertumbuhan yang sangat kuat, bukan tanda-tanda pelemahan yang dikhawatirkan publik. Data yang disajikan menunjukkan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi saat ini.

Ia menyayangkan adanya opini dari beberapa pengamat yang melontarkan prediksi pesimistis bahwa perekonomian Indonesia hanya tinggal menunggu kehancuran. Padahal, menurut pandangan Kemenkeu, data riil di lapangan jauh berbeda dari narasi kehancuran tersebut.

Indikator kuat yang dipegang Kemenkeu adalah Mandiri Spending Index (MSI) yang tercatat berada di level 360,7, sebuah angka yang merefleksikan tren pertumbuhan belanja yang nyata di masyarakat.

"Katanya kita sudah resesi Pak. Ekonom, ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi tinggal hancurnya," ujar Purbaya pada Jumat (13/3/2026), dilansir dari IDN Times.

Purbaya juga membeberkan perkembangan positif di sektor otomotif yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 12,2 persen pada Februari 2026. Angka ini berbanding terbalik dengan periode tahun sebelumnya yang sempat mencatatkan kinerja negatif.

Kondisi menggeliatnya sektor riil ini, menurut Purbaya, sangat kontras dengan tudingan negatif yang marak dibicarakan, khususnya melalui platform media sosial TikTok.

"Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," tuturnya.

Selain otomotif, sektor ritel juga menunjukkan lonjakan impresif hingga mencapai level 6,9 persen, jauh melampaui capaian pada tahun sebelumnya. Purbaya menilai keberhasilan ini merupakan buah dari kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintahan Prabowo.