INFOTREN.ID - Kementerian Pertanian melalui Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) memberikan sinyal positif mengenai kondisi ketahanan pangan di Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa neraca pangan nasional diprediksi akan mengalami surplus hingga periode Mei 2026.

Pencapaian ini menandakan bahwa status swasembada beras yang telah diraih oleh Indonesia kini semakin kokoh dan berkelanjutan. Data yang dipublikasikan menunjukkan adanya cadangan yang jauh melampaui kebutuhan domestik yang diperkirakan.

Sebagai ilustrasi konkret, Wamentan menjelaskan proyeksi kebutuhan beras nasional hingga Mei 2026 hanya mencapai 12.940 ton. Sementara itu, stok yang tersedia diprediksi melonjak hingga 29.330 ton, menghasilkan kelebihan yang substansial.

Kelebihan stok ini secara matematis menghasilkan surplus fantastis sebesar 16.389 ton untuk komoditas beras. Angka ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk mengambil langkah strategis berikutnya di sektor pertanian.

Kondisi melimpahnya produksi ini dikonfirmasi langsung oleh orang nomor dua di Kementerian Pertanian. “Produksi kita insyaallah beras juga sangat melimpah,” ujar Sudaryono saat memberikan keterangan di kantor KSP, Jakarta, pada hari Rabu (18/3/2026).

Dengan adanya surplus signifikan ini, pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pada pengembangan pasar ekspor. Rencana ekspor akan segera digalakkan menyasar negara-negara tetangga yang memiliki kebutuhan pangan.

Beberapa negara tetangga yang telah diidentifikasi sebagai calon tujuan ekspor utama termasuk Papua Nugini. Selain itu, terdapat juga minat dari negara lain yang sedang dijajaki oleh Kementerian Pertanian.

"Kami sudah memproyeksikan akan kita ekspor ke beberapa negara-negara sekitar yang membutuhkan, ada Papua Nugini, kemudian kemarin ada permintaan juga dari Malaysia dan seterusnya, kita jajaki semua dan kita proyeksi ke arah ekspor,” ucap dia.

Tidak hanya beras, komoditas strategis lainnya seperti gula konsumsi juga diprediksi akan mengalami kondisi surplus. Proyeksi menunjukkan terdapat kelebihan stok gula sebanyak 632 ton hingga Mei 2026.