INFOTREN.ID - Pemerintah Kota Depok baru-baru ini melakukan pembongkaran terhadap bangunan lama Sekolah Dasar Negeri Pondok Cina (Pocin) 1. Sekolah yang berlokasi strategis di Jalan Margonda Raya, Jawa Barat, ini merupakan fasilitas pendidikan yang telah lama berdiri.

Langkah pembongkaran ini sontak menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan dari sebagian besar warga setempat. Keberadaan bangunan sekolah yang masih berfungsi menjadi objek utama sorotan publik.

Muncul berbagai pertanyaan krusial mengenai urgensi dan prioritas pembangunan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Depok. Hal ini terkait dengan alokasi anggaran yang besar untuk proyek tersebut.

Salah satu warga Depok yang secara terbuka menyuarakan kekecewaannya adalah Agus Dowan. Beliau berprofesi sebagai pengemudi ojek daring (ojol) dan kesehariannya beraktivitas di sekitar wilayah SDN Pocin 1.

Agus Dowan mengungkapkan perasaannya terkait pembongkaran sekolah tersebut. "Saya menyayangkan kenapa sekolah yang masih bagus dan terpakai harus dibongkar," ujarnya, menyuarakan pandangan banyak warga.

Ia menambahkan bahwa keberadaan bangunan lama sekolah tersebut masih sangat layak untuk digunakan oleh para siswa. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai justifikasi di balik keputusan pembongkaran.

"Padahal bangunan itu masih bagus dan layak untuk dipakai anak-anak sekolah," kata Agus Dowan, menekankan kondisi bangunan yang ia amati.

Pembongkaran yang dilakukan oleh Pemkot Depok ini melibatkan anggaran proyek yang tidak sedikit, yaitu mencapai Rp 15,7 miliar. Angka ini menjadi salah satu poin yang dipertanyakan oleh warga terkait prioritas pembangunan.

Pertanyaan yang muncul adalah, apakah proyek senilai Rp 15,7 miliar ini merupakan prioritas utama dibandingkan dengan kebutuhan lain yang mungkin lebih mendesak di Kota Depok.