INFOTREN.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, pada hari Senin, 25 Mei 2026. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memberikan taklimat atau pengarahan kepada para perwira siswa yang sedang menempuh pendidikan di institusi militer dan kepolisian.
Kegiatan pembekalan ini akan diselenggarakan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung. Sebanyak 1.000 perwira siswa dari berbagai matra dan institusi dijadwalkan menerima arahan langsung dari Kepala Negara.
Perwira siswa yang akan menerima pengarahan tersebut meliputi peserta dari Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI), Sekolah Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sespimti Polri), serta perwira siswa dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Selain itu, perwira siswa Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (Sespimmen Polri) juga termasuk dalam daftar peserta pembekalan ini.
Dilansir dari Media Indonesia, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Bandung tidak hanya terbatas pada pemberian pengarahan saja. Agenda penting lainnya adalah peresmian fasilitas baru di lingkungan Seskoad, yaitu sebuah Perpustakaan dan Museum.
Aktivitas ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kepemimpinan yang dilakukan Presiden dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, yakni Minggu (24/5/2026), Presiden Prabowo telah memberikan arahan penting di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di Hambalang, Presiden memberikan arahan kepada para peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) angkatan tahun 2026. Program ini dipersiapkan pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang akan memimpin perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di masa mendatang.
"Program yang dirancang khusus oleh Bapak Presiden ini dipersiapkan untuk membentuk calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya mengenai program PFLP tersebut.
Angkatan perdana program PFLP ini diikuti oleh sebanyak 400 peserta. Kehadiran mereka mencerminkan upaya konkret pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang akan mengelola sektor strategis BUMN.
"PFLP dirancang untuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam menciptakan tata kelola BUMN yang baik melalui penguatan sumber daya manusia yang memiliki best heart and best mind," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, menekankan filosofi di balik program tersebut.