INFOTREN.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Resmob) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini berhasil mengungkap kasus serius terkait keamanan pangan. Tindakan tegas ini dilakukan guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya mengonsumsi produk yang tidak layak.

Operasi penindakan ini difokuskan pada jaringan pengedar yang diduga kuat akan mendistribusikan daging beku impor yang telah melewati batas waktu konsumsi aman. Daging-daging tersebut ditemukan dalam jumlah masif, mencapai sembilan ton lebih.

Sasaran utama peredaran ilegal daging kedaluwarsa ini adalah pasar-pasar tradisional yang ramai dikunjungi masyarakat menjelang momentum Lebaran. Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk memanfaatkan tingginya permintaan pangan saat hari raya.

Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri, Kombes Polisi Teuku Arsya Khadafi, memberikan konfirmasi resmi mengenai keberhasilan operasi penangkapan ini. Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam mengawasi peredaran bahan pangan.

"Sat Resmob Bareskrim telah melakukan penindakan terhadap seseorang yang mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat yang akan melaksanakan perayaan Lebaran," kata Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Teuku Arsya Khadafi dalam keterangan diterima di Jakarta, dilansir Antara, Minggu (8/3/2026).

Pernyataan tersebut menekankan bahwa sasaran distribusi adalah konsumen akhir di tengah persiapan perayaan besar umat Islam. Risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi daging basi sangat tinggi.

Dalam rangkaian penindakan yang dilakukan oleh tim Resmob, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti pendukung operasional jaringan tersebut. Bukti fisik ini penting untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Secara spesifik, polisi turut menyita tiga unit kendaraan truk yang digunakan sebagai alat transportasi utama. Truk-truk ini berfungsi mengangkut volume besar daging beku impor yang sudah dinyatakan kedaluwarsa tersebut.

Penyitaan kendaraan ini mengindikasikan skala operasi yang cukup besar, melibatkan logistik dan perencanaan distribusi yang terstruktur. Pihak kepolisian terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai pasok ilegal ini.