Insiden fatal menimpa kekuatan udara Amerika Serikat saat menjalankan misi patroli di wilayah udara Kuwait pada Senin (1/3) malam waktu setempat. Sebanyak tiga unit jet tempur dilaporkan jatuh akibat dugaan insiden salah tembak atau *friendly fire* dari sistem pertahanan udara sekutu. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah kondisi siaga tinggi militer AS dalam mengantisipasi potensi serangan balasan dari pihak Iran.
Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Kuwait secara tidak sengaja menargetkan jet tempur jenis F-15 Strike Eagle. Meskipun pesawat mengalami kerusakan total, seluruh enam awak pesawat dilaporkan berhasil melontarkan diri tepat waktu menggunakan kursi pelontar. Saat ini, para personel tersebut telah dievakuasi dengan aman dan berada dalam kondisi kesehatan yang stabil di fasilitas medis militer.
Kecelakaan ini berlangsung ketika jet-jet tempur tersebut sedang terbang untuk mendukung operasi militer khusus yang diberi sandi Operation Epic Fury. Misi tersebut dirancang untuk menghadapi ancaman aktif yang mencakup serangan pesawat, rudal balistik, hingga penggunaan *drone* oleh militer Iran di kawasan tersebut. Pihak berwenang Kuwait sendiri telah mengakui adanya kekeliruan dalam identifikasi sasaran yang berujung pada penembakan armada kawan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menjelaskan bahwa jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru dihantam oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam situasi pertempuran aktif. Pihak Amerika Serikat menyatakan rasa terima kasih atas upaya penyelamatan dan dukungan berkelanjutan dari pasukan pertahanan Kuwait selama operasi berlangsung. Melansir laporan Al Jazeera, penyebab mendalam dari kegagalan koordinasi ini masih berada dalam tahap penyelidikan intensif oleh tim gabungan.
Sejumlah video yang beredar di media sosial telah diverifikasi lokasinya oleh CNN dan menunjukkan momen dramatis jatuhnya pesawat tempur tersebut. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah jet yang berputar tak terkendali di udara sebelum akhirnya menghantam tanah di wilayah Al Jahra, Kuwait. Terlihat pula dalam video tersebut seorang pilot yang mengenakan perlengkapan terbang lengkap sedang berlutut di area gurun setelah mendarat menggunakan parasut.
Lokasi jatuhnya puing-puing pesawat terdeteksi berada sekitar 30 kilometer dari Pangkalan Udara Ali Al Salem yang merupakan markas penting bagi pasukan Amerika. Di lokasi kejadian, asap hitam tebal tampak membumbung tinggi ke langit sementara warga sipil mulai mendekati titik jatuhnya pesawat untuk memberikan pertolongan. Meski demikian, rincian teknis mengenai jenis rudal spesifik yang merontokkan pesawat tersebut masih belum dipublikasikan secara mendetail kepada publik.
Hingga saat ini, investigasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan yang penuh ketegangan. Warga lokal sempat mengira pesawat yang jatuh adalah milik militer Iran sebelum menyadari bahwa armada tersebut merupakan milik Amerika Serikat. Kejadian ini menjadi pengingat akan tingginya risiko teknis di kawasan Timur Tengah yang melibatkan banyak sistem persenjataan canggih dalam status siaga tempur.
Sumber: Cnnindonesia

