INFOTREN.ID - Bencana kebakaran besar melanda sebuah wilayah pesisir di distrik Sandakan, bagian timur laut negara bagian Sabah, Malaysia. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu pagi, 19 April 2026, dan menghanguskan pemukiman padat penduduk.
Setidaknya terdapat sekitar 1.000 unit rumah darurat yang ludes dilalap si jago merah dalam insiden tersebut. Sebagian besar hunian yang hancur merupakan rumah panggung kayu yang dibangun di atas tiang-tiang penyangga di atas air.
Informasi mengenai tragedi ini dilansir dari AFP pada Minggu (19/4/2026). Lokasi kebakaran dikenal sebagai "desa air" yang menjadi tempat tinggal bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
Wilayah tersebut dihuni oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat adat hingga warga tanpa kewarganegaraan. Mereka tinggal di rumah-rumah kayu yang posisinya saling berhimpitan, sehingga api dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya.
Dampak dari kebakaran ini sangat masif karena menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat. Otoritas setempat segera melakukan tindakan darurat untuk mengevakuasi para korban ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Polisi Sandakan, George Abd Rakman, memberikan pernyataan resmi terkait skala kerusakan yang terjadi di lapangan. Ia memberikan keterangan tersebut kepada media lokal berbahasa Inggris untuk menginformasikan kondisi terkini.
"Insiden yang terjadi ini merupakan peristiwa yang sangat besar serta memilukan bagi seluruh pihak yang terlibat," ujar George Abd Rakman.
Data mengenai jumlah korban terdampak juga telah dihimpun oleh pihak kepolisian untuk keperluan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan pendataan awal, angka warga yang terdampak mencapai ribuan jiwa.
"Bencana kebakaran hebat ini setidaknya memberikan dampak langsung kepada 9.007 penduduk setempat," kata George Abd Rakman.