Emiten pertambangan batu bara milik Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Perusahaan melaporkan adanya penurunan signifikan pada pos pendapatan maupun laba bersih dibandingkan periode tahun sebelumnya. Kondisi pasar yang dinamis menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi raihan angka-angka dalam laporan keuangan tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, GEMS membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar US$268,23 juta hingga akhir Desember 2025. Perolehan ini menunjukkan koreksi tajam sebesar 43,39% jika dibandingkan dengan laba tahun 2024 yang mencapai US$473,8 juta. Penurunan laba yang cukup dalam ini sejalan dengan menyusutnya total pendapatan usaha perseroan secara keseluruhan.
Pendapatan usaha GEMS tercatat melandai ke level US$2,41 miliar, atau turun sekitar 10,77% secara tahunan dari posisi US$2,7 miliar pada tahun 2024. Meskipun pasar luar negeri mengalami kontraksi, perusahaan justru mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen pasar domestik. Penjualan di dalam negeri melonjak signifikan menjadi US$1,55 miliar dari yang sebelumnya hanya sebesar US$931,13 juta.
Di sisi lain, kontribusi dari pasar ekspor tercatat hanya sebesar US$855,2 juta, menunjukkan tren penurunan dibandingkan performa tahun sebelumnya. Mayoritas pendapatan perseroan berasal dari transaksi dengan pihak ketiga yang mencapai nilai US$2,38 miliar. Sementara itu, transaksi dengan pihak-pihak berelasi memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$33,9 juta bagi perusahaan.
Tekanan terhadap laba bersih juga dipicu oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang merangkak naik 2,62% menjadi US$1,64 miliar. Kondisi ini secara otomatis menekan margin laba kotor perusahaan yang melemah hingga 30,18% ke angka US$771,24 juta. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, GEMS masih mampu mengantongi laba kotor hingga US$1,1 miliar.
Perubahan kinerja operasional ini turut berdampak pada posisi neraca keuangan atau total aset yang dimiliki oleh emiten pertambangan tersebut. Hingga penutupan tahun 2025, jumlah aset GEMS tercatat berada di posisi US$1,19 miliar. Angka tersebut mengalami penyusutan tipis jika dibandingkan dengan total aset pada tahun 2024 yang mencapai US$1,23 miliar.
Penurunan kinerja keuangan ini menjadi catatan penting bagi manajemen GEMS dalam menghadapi tantangan industri energi di masa depan. Meskipun pasar domestik menunjukkan penguatan, beban operasional dan penurunan harga komoditas global tetap menjadi tantangan serius. Investor kini menantikan strategi efisiensi yang akan diambil perusahaan guna memperbaiki profitabilitas pada periode mendatang.
Sumber: Market.bisnis

