INFOTREN.ID - Angkatan bersenjata Iran baru-baru ini mengumumkan sebuah klaim keberhasilan signifikan dalam operasi pertahanan udara mereka di wilayah kedaulatan negara. Klaim ini mencakup penembakan jatuh sejumlah aset udara asing yang diduga melakukan pelanggaran wilayah.

Secara spesifik, klaim tersebut menyebutkan bahwa setidaknya dua jet tempur dan tiga unit drone berhasil dijatuhkan pada hari Jumat, tanggal 3 April. Selain itu, dua rudal jelajah juga dilaporkan gagal mencapai targetnya setelah dicegat oleh sistem pertahanan Iran.

Insiden yang terjadi pada hari Jumat tersebut kemudian disebut oleh pihak berwenang Iran sebagai sebuah "hari kelam" yang menaungi angkatan udara Amerika Serikat serta Israel. Penamaan ini mengindikasikan betapa seriusnya evaluasi Iran terhadap upaya penetrasi udara tersebut.

Rincian lebih lanjut mengenai operasi pencegatan tersebut diungkapkan dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis sehari setelah kejadian. Pernyataan ini dikeluarkan pada hari Sabtu, tanggal 4 April.

Sayap hubungan masyarakat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bertanggung jawab atas penyebaran rincian rinci operasional tersebut kepada publik. Mereka memaparkan serangkaian keberhasilan pencegatan di berbagai zona operasional.

Menurut informasi yang dirilis, pencegatan berhasil dilakukan di beberapa provinsi yang berbeda di seluruh wilayah Iran. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan sistem pertahanan di berbagai titik strategis.

Dilansir dari Press TV pada hari Sabtu, 4 April 2026, pernyataan resmi IRGC merinci jenis aset udara yang berhasil dihancurkan oleh Pasukan Pertahanan Udara IRGC. Keberhasilan ini diklaim terjadi di wilayah udara tertentu.

Secara spesifik, pernyataan tersebut menggarisbawahi keberhasilan menghancurkan dua rudal jelajah yang melintas. "Pasukan Pertahanan Udara IRGC berhasil menghancurkan dua rudal jelajah di langit Khomein dan Zanjan," demikian isi pernyataan tersebut.

Hal ini memberikan penekanan bahwa upaya penetrasi udara tidak hanya melibatkan pesawat nirawak, melainkan juga proyektil berdaya jelajah tinggi yang diarahkan ke wilayah sensitif Iran.