INFOTREN.ID - Momen krusial dalam ibadah haji semakin dekat, ditandai dengan pergerakan jutaan jemaah calon haji dari berbagai belahan dunia menuju Padang Arafah. Hamparan luas Padang Arafah, yang mencakup area seluas 1.800 hektare, kini dipenuhi oleh para tamu Allah yang bersiap melaksanakan wukuf.

Secara spesifik, pergerakan penting ini juga melibatkan sekitar 221.000 jemaah haji yang berasal dari Indonesia. Dalam rombongan besar tersebut, terdapat pula 5.426 jemaah yang terdaftar di bawah naungan embarkasi Aceh (BTJ).

Pergerakan jemaah asal Aceh menuju Arafah telah dimulai sejak Senin pagi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh. Para jemaah tersebut bertolak dari Hotel Burj Al Wahda Almutamayyiz, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 7, 8, dan 9.

Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji, menekankan kesetaraan yang tercipta di Padang Arafah saat momen wukuf tiba. "Arafah tak ubahnya yaumil mahsyar. Di sini semua orang sama dalam satu strata. Tidak ada pejabat tinggi, tidak ada konglomerat, dan tidak ada kelas melarat," ujar Abdullah AR.

Antusiasme para jemaah sudah terasa sejak Minggu malam hingga dini hari Senin, saat mereka menantikan momen napak tilas bersejarah para Rasul di padang wukuf tersebut. Mengingat tantangan cuaca ekstrem di gurun pasir, seluruh jemaah diimbau untuk memprioritaskan pemeliharaan kondisi fisik dan asupan cairan yang cukup selama berada di Arafah.

Suasana menjelang Hari Arafah juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan di masjid-masjid sekitar kawasan hotel di Mekah, termasuk pelaksanaan ceramah setelah salat berjamaah. Abdullah AR juga memaparkan beberapa amalan penting yang ditekankan bagi jemaah menjelang hari-hari tasyrik.

Amalan-amalan yang dianjurkan meliputi peningkatan intensitas takbir, partisipasi aktif dalam majelis taklim, serta memperbanyak pembacaan Al-Qur'an, khususnya Surat Al-Ikhlas. Selain itu, jemaah didorong untuk memperbanyak shalawat, berzikir, berbakti kepada orang tua, menjaga salat berjamaah, dan menambah salat sunah.

"Tidak ada yang tahu dari arah mana kitab catatan amal diberikan. Ini hari tidak ada rekayasa, tidak ada pencitraan, apalagi teringat harta dan jabatan. Semua fokus pada keselamatan di akhirat," tutur Abdullah AR mengenai esensi hari Arafah.

Seluruh fase puncak ibadah haji yang meliputi Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) ini diharapkan dapat dilalui oleh seluruh jemaah haji Indonesia dengan dukungan kekuatan fisik, keyakinan, serta keteguhan iman yang maksimal. Dilansir dari Media Indonesia, prosesi ini merupakan inti dari rangkaian ibadah yang telah dinanti.