INFOTREN.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah proaktif dalam mengatasi masalah struktural yang dihadapi oleh para petani di Indonesia. Upaya ini difokuskan pada penyediaan akses permodalan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh sektor pertanian.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui sinergi antara Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kemitraan ini bertujuan utama untuk mempermudah petani mendapatkan suntikan modal usaha.

Inisiatif kolaboratif ini dirancang untuk membangun sebuah ekosistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tujuannya jelas, yakni menghilangkan ketergantungan petani pada pihak ketiga yang seringkali eksploitatif.

Salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah memutus mata rantai ketergantungan petani terhadap tengkulak. Tengkulak seringkali memberikan harga yang tidak sepadan saat panen tiba.

Selain itu, langkah ini juga secara langsung menargetkan praktik pinjaman berbunga tinggi yang dilakukan oleh rentenir. Praktik rentenir ini terbukti menjerat banyak petani dalam siklus hutang yang sulit diputuskan.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa langkah strategis ini adalah wujud komitmen nyata dari institusi Polri. Komitmen tersebut berlandaskan pada upaya melindungi kesejahteraan petani di lapangan.

"Langkah ini merupakan komitmen nyata Polri untuk melindungi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Komjen Dedi Prasetyo juga menyoroti akar permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha tani di Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa kendala modal adalah faktor utama yang menyulitkan mereka.

"Selama ini, katanya, keterbatasan modal kerap membuat petani terjebak dalam siklus hutang," kata Komjen Dedi Prasetyo.