TANGSEL, Infotren.id - Universitas Pamulang (UNPAM) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan tindakan tidak menyenangkan yang melibatkan seorang pria yang disebut sebagai dosen dari kampus tersebut di dalam Kereta Rel Listrik (KRL).
Pihak universitas menyatakan telah melakukan komunikasi internal untuk menelusuri informasi yang beredar di tengah masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kebenaran kabar yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan klarifikasi awal yang diterima pihak kampus, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mendukung dugaan yang beredar tersebut, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, Humas Universitas Pamulang, Mahyiddin Fanda, menegaskan bahwa proses klarifikasi masih terus berjalan. Kampus menyatakan menghormati seluruh pihak yang terlibat agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan objektif.
Dengan begitu, Universitas Pamulang juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses klarifikasi selesai dilakukan secara menyeluruh.
“Kami berharap semua pihak dapat menunggu hasil klarifikasi secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi,” terang Mahyiddin Fanda.
Sebelumnya, di media sosial beredar informasi mengenai dugaan tindakan pelecehan yang terjadi di dalam KRL tujuan Nambo.
Peristiwa tersebut disebut melibatkan seorang pria yang diduga merupakan dosen dari Universitas Pamulang. Hingga kini, proses penelusuran dan klarifikasi masih berlangsung.

