INFOTREN.ID - Peristiwa kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah belakangan ini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Situasi ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak terkait upaya menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Menanggapi fenomena tersebut, seorang tokoh publik bernama Rerie memberikan pernyataan tegas. Ia menekankan pentingnya penguatan komitmen agar Gerakan Nasional Anti-Perundungan dan Kekerasan (RANA) dapat berjalan efektif dalam menekan angka kekerasan di sekolah.
"Kita harus memiliki komitmen yang kuat dan nyata agar Gerakan Nasional RANA ini benar-benar sukses di lapangan," ujar Rerie, menekankan urgensi tindakan konkret.
Rerie menjelaskan bahwa keberhasilan Gerakan Nasional RANA tidak hanya bergantung pada program yang dicanangkan, tetapi juga pada partisipasi aktif dan kesungguhan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, hingga siswa itu sendiri perlu bersinergi.
Ia menambahkan bahwa perlunya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap implementasi program-program pencegahan. Hal ini penting agar strategi yang diterapkan benar-benar menyentuh akar permasalahan kekerasan di sekolah.
"Perlu ada evaluasi dan perbaikan yang terus-menerus, agar semua program pencegahan ini benar-benar efektif," tutur Rerie, menyoroti pentingnya adaptasi strategi.
Lebih lanjut, Rerie menggarisbawahi bahwa penanganan kasus kekerasan di sekolah harus dilakukan secara komprehensif. Pendekatan tidak hanya bersifat represif, namun juga preventif dan kuratif untuk memulihkan korban serta memberikan edukasi kepada pelaku.
"Penanganan kasus kekerasan di sekolah ini harus komprehensif," tegas Rerie, menguraikan pendekatan yang dibutuhkan.
Ia berharap agar Gerakan Nasional RANA dapat menjadi momentum untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan, sehingga cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai tanpa hambatan psikologis.