INFOTREN.ID - Pertemuan strategis baru saja berlangsung di Jakarta guna membahas perlindungan hak-hak dasar umat beragama di daerah. Agenda ini melibatkan langsung perwakilan dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendengarkan aspirasi jemaat secara langsung.
Dialog penting tersebut mempertemukan Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, dengan para jemaat dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara. Pertemuan ini diselenggarakan secara formal di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya tanpa hambatan. Diskusi berlangsung secara terbuka dan hangat guna mencari solusi atas tantangan yang dihadapi umat di lapangan.
"Kami hadir untuk berdialog langsung dengan umat guna memastikan bahwa negara senantiasa memberikan jaminan penuh terhadap hak-hak konstitusional dalam beribadah," ujar Gugun Gumilar.
Dilansir dari sumber berita utama, pertemuan ini menjadi wadah mediasi sekaligus koordinasi antara pemerintah pusat dan tokoh agama di tingkat lokal. Fokus utamanya adalah penguatan moderasi beragama serta penyelesaian kendala yang dihadapi oleh Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara.
"Negara harus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa kebebasan beragama bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang dirasakan oleh seluruh jemaat," kata Gugun Gumilar.
Melalui dialog intensif ini, diharapkan tercipta solusi konkret bagi keberlangsungan kegiatan peribadatan di wilayah Aek Nabara. Pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap kelompok agama mana pun dalam menjalankan keyakinannya.
"Setiap aspirasi dan laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti dengan serius demi menjaga harmoni serta kedamaian antarumat beragama di seluruh pelosok Indonesia," ucap Gugun Gumilar.
Kehadiran Stafsus Menag dalam pertemuan di Menteng tersebut memberikan harapan baru bagi para jemaat yang mendambakan kepastian hukum dan keamanan. Sinergi antara pemerintah dan umat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman.