INFOTREN.ID - Ketepatan waktu dalam menjalankan ibadah sholat lima waktu merupakan aspek krusial bagi umat Islam di Kota Surabaya untuk menjaga kedisiplinan spiritual. Pada hari Jumat, 15 Mei 2026, jadwal sholat menjadi rujukan utama bagi masyarakat agar setiap kewajiban dapat ditunaikan tepat pada waktunya.
Melaksanakan sholat fardu secara disiplin bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bentuk ketaatan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta. Hal ini sejalan dengan perintah dalam kitab suci yang menekankan bahwa sholat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman.
"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku," sebagaimana tertuang dalam firman Allah SWT melalui Surah Al-Baqarah ayat 43 yang menjadi landasan utama perintah beribadah.
Informasi mengenai pembagian waktu ibadah dari mulai imsak hingga isya untuk wilayah Jawa Timur ini telah disusun secara akurat oleh pihak berwenang. Data tersebut dihimpun untuk memudahkan warga Surabaya dalam mengatur jadwal aktivitas harian mereka agar tetap selaras dengan waktu ibadah.
"Jadwal sholat untuk wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya pada Jumat, 15 Mei 2026 mencakup waktu imsak hingga isya," tulis redaksi dalam informasi yang dikutip dari Detikcom.
Selain jadwal, aspek niat menjadi poin fundamental dalam menentukan keabsahan sebuah ibadah dalam ajaran Islam. Niat dipandang sebagai bentuk kesungguhan hati dan pembeda antara perbuatan biasa dengan ibadah yang ditujukan hanya kepada Allah SWT.
"Niat merupakan bagian dari kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah, yang dapat dilafalkan dalam hati sebelum memulai gerakan sholat," jelas keterangan dalam artikel yang dikutip dari Detikcom.
Untuk mengawali hari, umat Muslim di Surabaya perlu memperhatikan waktu Subuh yang diawali dengan niat tulus menghadap kiblat demi mengharap rida-Nya. Begitu pula saat memasuki waktu Zuhur di tengah aktivitas siang hari, niat empat rakaat menjadi penanda dimulainya ibadah tersebut.
Rangkaian ibadah berlanjut pada waktu Asar, Magrib, hingga Isya yang menutup aktivitas harian dengan penuh ketenangan dan kepasrahan. Setiap waktu transisi ini menuntut fokus yang sama dalam pelafalan niat, baik dilakukan secara mandiri maupun berjamaah sebagai makmum atau imam.