TABANAN – Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tak lagi terbatas pada dunia teknologi atau perkantoran. Perlahan, AI mulai memasuki industri properti dan perhotelan di Bali, menawarkan pengalaman tinggal yang lebih personal sekaligus efisien bagi penghuni maupun wisatawan.
Fenomena tersebut menjadi salah satu arah baru yang mulai diadopsi sejumlah pengembang properti di Pulau Dewata. Salah satunya melalui proyek Luna Residences yang diperkenalkan Nuanu Real Estate di kawasan Nuanu Creative City, Kabupaten Tabanan.
Hunian premium yang dikembangkan bersama 618 Development dan Luna Beach Club itu menggabungkan konsep serviced residences dengan layanan hospitality, sekaligus memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari pengalaman penghuni.
Jika selama ini layanan concierge identik dengan petugas hotel yang membantu kebutuhan tamu, ke depan sebagian layanan tersebut akan didukung oleh AI Concierge, asisten virtual yang dirancang mampu memberikan rekomendasi aktivitas, membantu reservasi fasilitas, hingga menjawab berbagai kebutuhan penghuni secara lebih cepat dan personal.
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan pihaknya tengah mengembangkan AI Lab untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pengelolaan kawasan.
Menurutnya, AI tidak hanya diposisikan sebagai inovasi futuristis, tetapi menjadi bagian dari layanan sehari-hari yang benar-benar memberikan manfaat bagi penghuni.
"Kami ingin ketika proyek ini selesai nanti, penghuni dapat merasakan pengalaman tinggal yang lebih praktis melalui layanan berbasis AI yang personal," ujarnya.
Menjawab Perubahan Gaya Hidup
Penggunaan AI di sektor properti dinilai sejalan dengan perubahan perilaku wisatawan maupun pekerja jarak jauh yang kini semakin banyak memilih tinggal lebih lama di Bali.