INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan mengejutkan mengenai perkembangan terbaru dalam hubungan tegang antara Washington dan Teheran. Ia mengonfirmasi bahwa jalur dialog sedang dibuka antara kedua negara yang berseteru tersebut.
Trump secara spesifik menyebutkan bahwa Pakistan berperan penting dalam memfasilitasi diskusi sensitif ini. Utusan dari Islamabad diyakini menjadi jembatan komunikasi utama dalam upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Presiden AS tersebut mengklaim bahwa proses negosiasi yang difasilitasi oleh Pakistan ini menunjukkan adanya kemajuan yang patut diapresiasi. Klaim ini mengindikasikan adanya pergeseran positif dalam dinamika diplomatik yang selama ini menemui jalan buntu.
Namun, rincian mengenai sifat kemajuan positif tersebut masih sangat tertutup rapat oleh pihak Gedung Putih. Trump tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai poin-poin spesifik yang telah dicapai dalam putaran perundingan tersebut.
Detail krusial seperti kesepakatan gencatan senjata atau pembukaan kembali jalur navigasi vital di Selat Hormuz belum dikonfirmasi oleh Trump. Ketidakjelasan ini menyisakan banyak pertanyaan mengenai kedalaman kemajuan yang diklaim tersebut.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang menarik perhatian dunia, Trump menyinggung mengenai operasi militer yang masih berlanjut di tengah diplomasi rahasia ini. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara bersama The Financial Times.
"Kita masih memiliki sekitar 3.000 target - kita telah membom 13.000 target - dan beberapa ribu target lagi yang harus dibom," kata Trump, menggarisbawahi bahwa operasi militer masih menjadi bagian dari strategi mereka saat ini.
Informasi mengenai perkembangan ini pertama kali disiarkan pada hari Senin, 30 Maret 2026, sebagaimana dilansir dari Aljazeera, menarik perhatian para analis geopolitik global.