INFOTREN.ID - Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa begitu kental saat Paguyuban Djati Poerbadjati merayakan hari jadinya yang ke-2. Tepat di momen spesial ini, tumpeng menjadi simbol syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.

Acara yang dihadiri oleh keluarga besar Haji Sidik bin Haji Ibrohim serta anggota paguyuban dari berbagai daerah ini, bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan.

Sejarah dan Komitmen Paguyuban

Paguyuban Djati Poerbadjati didirikan sebagai wadah untuk menyatukan hati dan pikiran para anggotanya. Sejak awal, komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong menjadi fondasi utama.

Potong Tumpeng dan Doa: Simbol Syukur dan Harapan

Haji Sidik memimpin prosesi pemotongan tumpeng, sebuah simbol ungkapan syukur atas dua tahun perjalanan paguyuban. Tumpeng yang menjulang tinggi, dihias dengan apik, melambangkan harapan dan doa untuk keberkahan bagi seluruh anggota.

Seusai pemotongan tumpeng, suasana hening seketika saat doa bersama dipanjatkan. Dengan khusyuk, setiap anggota memohon keselamatan dan kesuksesan bagi paguyuban di masa yang akan datang.

Pesan dari Sang Pemimpin

"Pentingnya menjaga kekompakan dan saling mendukung antar anggota," kata Haji Sidik dalam sambutannya. Ia berharap paguyuban ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.