INFOTREN.ID - Teheran melontarkan tuduhan serius mengenai motif di balik operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah udara negara tersebut. Iran mencurigai adanya agenda tersembunyi yang menyertai klaim penyelamatan pilot jet tempur F-15E yang mengalami kecelakaan.

Kecurigaan utama pihak Iran mengarah pada dugaan bahwa operasi penyelamatan tersebut hanyalah kedok atau penyamaran. Tujuan sebenarnya, menurut pandangan Teheran, adalah untuk melakukan upaya pencurian material nuklir sensitif.

Secara spesifik, militer Iran menduga adanya upaya untuk "mencuri uranium yang diperkaya" yang disimpan di fasilitas mereka. Dugaan ini muncul setelah klaim keberhasilan operasi penyelamatan oleh Washington.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan keberhasilan misi tersebut kepada publik. Trump menyatakan bahwa AS berhasil menyelamatkan dua orang kru dari pesawat tempur F-15E yang jatuh di Iran.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan pada hari Minggu, tanggal 5 April, mengacu pada insiden yang terjadi pada hari Jumat, tanggal 3 April pekan sebelumnya. Trump bahkan memberikan pujian tinggi terhadap pelaksanaan misi tersebut.

Presiden AS bahkan menyebut operasi penyelamatan pilot jet tempur itu sebagai misi pencarian dan penyelamatan yang "paling berani dalam sejarah AS", dilansir dari berbagai laporan media internasional. Klaim ini langsung dibantah keras oleh pihak berwenang Iran.

Militer Iran merespons klaim Washington dengan keras, menyebut misi AS tersebut sebagai upaya yang sia-sia dan tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa operasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut gagal total.

"Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut misi AS itu sebagai 'misi penipuan dan pelarian'," menggarisbawahi keraguan mereka terhadap narasi resmi Washington.

Lebih lanjut, pihak militer Iran bersikeras menyatakan bahwa upaya yang dilancarkan oleh Amerika Serikat tersebut telah "sepenuhnya digagalkan" oleh sistem pertahanan mereka. Hal ini menunjukkan penolakan tegas Iran terhadap narasi keberhasilan AS.