INFOTREN.ID - Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah telah sukses diselenggarakan di Masjid Istiqlal pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 21 Maret 2026. Momen sakral ini menjadi penutup rangkaian ibadah suci selama bulan Ramadan.

Pelaksanaan ibadah hari raya tahun ini dipimpin oleh seorang imam terkemuka, yakni Dr KH Ahmad Husni Ismail. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan suasana perayaan hari kemenangan umat Islam tersebut.

Meskipun perayaan Idulfitri berlangsung penuh suka cita, sorotan tajam diarahkan pada konteks global yang sedang menghadapi berbagai ketidakpastian. Momen ini dinilai krusial untuk introspeksi mendalam.

Dalam konteks tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pandangannya mengenai esensi kemenangan yang harus diraih oleh setiap Muslim. Kemenangan spiritual menjadi fokus utama dalam pidatonya kala itu.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar euforia sesaat setelah berpuasa, melainkan harus menjadi titik balik perilaku umat. Ini adalah kesempatan untuk mengaplikasikan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau secara khusus menyoroti tantangan yang tengah dihadapi dunia saat ini, mengaitkannya dengan makna sejati dari Idulfitri. Kemenangan yang sejati adalah kemenangan atas hawa nafsu dan ego pribadi.

"Makna kemenangan di Idulfitri ini harus kita internalisasi, terutama ketika dunia sedang bergelut dengan berbagai krisis multidimensi," ujar Nasaruddin Umar.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi perlunya ketenangan batin dan solidaritas sosial sebagai respons terhadap ketidakstabilan yang terjadi di kancah internasional. Refleksi ini penting agar umat tidak hanyut dalam keputusasaan.

"Kemenangan spiritual yang kita raih harus menjadi benteng dalam menghadapi gejolak krisis global yang belum kunjung usai," kata beliau, menekankan peran Idulfitri sebagai fondasi ketahanan mental.