INFOTREN.ID - Aksi tak terduga datang dari Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, yang tertangkap kamera menunjukkan berbagai ekspresi wajah yang lucu di tengah suasana jamuan makan malam kenegaraan resmi di China. Kejadian ini berlangsung pada Kamis (14/5/2026), menciptakan kontras menarik dalam acara formal tersebut.

Momen jenaka yang melibatkan bos teknologi global itu berhasil menarik perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial hingga hari Minggu (17/5/2026). Kejadian ini menambah warna tersendiri dalam kunjungan delegasi penting tersebut.

Jamuan makan malam formal tersebut diselenggarakan secara langsung oleh Presiden China, Xi Jinping, sebagai bagian dari penyambutan resmi terhadap delegasi Amerika Serikat (AS). Acara ini dihadiri oleh jajaran pemimpin dunia dan tokoh bisnis terkemuka lainnya.

Di tengah atmosfer yang cenderung kaku dan penuh protokol, Musk terlihat santai sambil memamerkan serangkaian mimik wajah yang jenaka. Kehadiran tokoh seperti CEO Apple Tim Cook juga menambah deretan nama besar dalam pertemuan kenegaraan tersebut.

Menariknya, Elon Musk kemudian membagikan sendiri rekaman video dari aksinya yang kocak tersebut melalui akun X pribadinya. Aksi ini dinilai oleh banyak netizen sebagai upaya efektif untuk mencairkan suasana di tengah agenda diplomatik yang sangat serius.

Kehadiran Musk di Beijing merupakan bagian dari rombongan delegasi tingkat tinggi yang mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan dinasnya, bersama dengan tokoh seperti CEO Nvidia, Jensen Huang. Keikutsertaan para CEO teknologi papan atas ini membawa agenda bisnis yang substansial.

Keterlibatan para pemimpin korporasi teknologi ini dinilai sebagai upaya lobi strategis untuk menjamin kebijakan luar negeri AS tetap memberikan kepastian bagi kelanjutan ekspansi bisnis mereka di kawasan Asia. China sendiri merupakan pasar konsumen terbesar kedua bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Bagi Tesla dan Apple, China memegang peran krusial tidak hanya sebagai pasar konsumen, tetapi juga sebagai pusat manufaktur global utama melalui fasilitas vital seperti Gigafactory Shanghai dan pusat perakitan Foxconn. Ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan ekonomi bilateral tersebut.

Pihak Beijing menyambut baik kedatangan para raksasa teknologi AS ini, menekankan pentingnya peningkatan kerja sama yang bersifat saling menguntungkan bagi kedua negara.