INFOTREN.ID - Suasana haru menyelimuti lingkungan Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2026) menyusul kedatangan jenazah almarhum Juwono Sudarsono. Sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia tersebut kini telah kembali ke peristirahatan terakhirnya.

Kedatangan jenazah almarhum Juwono Sudarsono dilakukan pada hari Sabtu, menandai dimulainya rangkaian prosesi penghormatan terakhir. Prosesi ini menjadi momen berkumpulnya keluarga besar dan kolega dekat untuk memberikan penghormatan terakhir.

Rumah duka yang menjadi lokasi disemayamkannya jenazah terletak di Jalan Alam Asri VII, sebuah kawasan yang berada di wilayah Pondok Indah, Pondok Pinang. Lokasi ini menjadi titik kumpul utama bagi para pelayat yang hendak memberikan penghormatan.

Informasi mengenai ketibaan jenazah mantan Menhan tersebut dikonfirmasi pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret tahun 2026. Kedatangan ini membawa duka mendalam bagi dunia pertahanan dan politik nasional.

Keluarga besar tampak menahan duka mendalam saat prosesi penurunan jenazah dari ambulans dilakukan. Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan kekosongan signifikan dalam peta perpolitikan dan militer Indonesia.

Dilansir dari sumber terdekat, prosesi serah terima jenazah berjalan khidmat dan sesuai dengan protokol duka cita yang telah disiapkan. Semua pihak berusaha menjaga ketenangan di tengah suasana kesedihan yang melanda.

"Jenazah mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono tiba di rumah duka yang berlokasi di Jalan Alam Asri VII, Pondok Indah, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026)," demikian keterangan yang diterima mengenai momen krusial tersebut.

Para pelayat dari berbagai kalangan, termasuk kolega pemerintahan dan unsur pertahanan, diperkirakan akan mulai berdatangan sepanjang hari untuk memberikan penghormatan terakhir mereka. Mereka datang untuk mengenang jasa-jasa almarhum selama mengabdi kepada bangsa.

Rumah duka di Pondok Indah kini menjadi saksi bisu pertemuan terakhir antara almarhum dengan orang-orang terkasihnya sebelum dimakamkan. Suasana di sekitar lokasi tampak khidmat dan dipenuhi aura kesedihan.