INFOTREN.ID - Pemerintah Indonesia sedang gencar mempersiapkan langkah strategis di sektor pendidikan dengan meluncurkan program Sekolah Terintegrasi Nasional. Program ini dirancang untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Rencana ambisius ini menargetkan pendirian sebanyak 100 unit sekolah terintegrasi yang akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2026 mendatang. Penetapan target waktu ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam percepatan implementasi kebijakan baru tersebut.

Salah satu poin utama dari inisiatif ini adalah konsep operasional sekolah yang tidak menggunakan sistem asrama. Hal ini berbeda dengan beberapa model sekolah unggulan yang selama ini mengandalkan sistem boarding school.

Lebih lanjut, pemerintah menegaskan bahwa seluruh layanan pendidikan di Sekolah Terintegrasi Nasional ini akan diberikan secara gratis kepada seluruh peserta didik. Kebijakan bebas biaya ini bertujuan menghilangkan hambatan ekonomi bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Kepala Badan Standar Kurikulum, Asesmen, dan Kurikulum (BSKAK) Kemendikbudristek, Anies Rasyid Baswedan, memberikan pandangan mengenai pentingnya model baru ini. "Kita akan mempersiapkan 100 sekolah terintegrasi nasional pada tahun 2026, yang tidak berasrama dan gratis," ujar Anies Rasyid Baswedan.

Beliau menjelaskan bahwa sekolah-sekolah ini akan mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan dalam satu ekosistem yang terpadu. Hal ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan proses belajar mengajar yang lebih efektif bagi siswa.

Menurut Anies, fokus utama dari sekolah terintegrasi ini adalah memastikan bahwa siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terputus dari jenjang sebelumnya. "Sekolah ini akan mengintegrasikan jenjang pendidikan, sehingga anak-anak bisa melanjutkan sekolah tanpa harus pindah-pindah tempat," kata Anies Rasyid Baswedan.

Inisiatif ini juga mencakup penekanan pada kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman, meskipun tidak menggunakan sistem asrama. Sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan bakat dan potensi siswa di wilayah masing-masing.

Dikutip dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan mutu pendidikan nasional. Sekolah terintegrasi ini akan menjadi percontohan penerapan standar baru yang lebih inklusif.