INFOTREN.ID - Bulan Muharram, sebagai penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan yang istimewa dalam tradisi keagamaan Islam. Bulan ini sering kali menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu, terdapat serangkaian amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap Muslim sepanjang bulan ini, demi meraih limpahan pahala dan keberkahan. Amalan-amalan tersebut mencakup berbagai bentuk ibadah, mulai dari puasa hingga sedekah.
Salah satu amalan yang paling utama dan dikenal luas adalah melaksanakan puasa Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Selain itu, ada pula amalan sunnah lain yang sebaiknya tidak dilewatkan selama periode mulia ini.
Secara rinci, terdapat dua belas amalan spesifik yang disarankan untuk dijalankan oleh umat Muslim selama bulan Muharram berlangsung. Amalan-amalan ini terbagi dalam kategori ibadah mahdhah maupun amalan sosial kemanusiaan.
Amalan-amalan tersebut mencakup puasa Tasu’a (9 Muharram), puasa Asyura (10 Muharram), kemudian disunnahkan pula puasa di hari ke-11, 12, dan 13 Muharram. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT.
Selain berpuasa, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan bersedekah kepada anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini dianggap memiliki nilai pahala yang sangat besar di bulan Muharram.
Tidak hanya itu, memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur'an juga termasuk bagian penting dari ibadah sunnah di bulan ini. Meningkatkan kualitas spiritual melalui introspeksi diri juga sangat ditekankan.
Amalan lain yang dianjurkan adalah memuliakan keluarga dan kerabat, serta menjaga silaturahmi dengan sesama Muslim. Hal ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana tahun baru Hijriah.
Melaksanakan ibadah mandi sunnah di awal bulan Muharram juga termasuk amalan yang dianjurkan oleh sebagian ulama. Mandi ini dimaksudkan sebagai bentuk penyucian diri menyambut lembaran baru.