INFOTREN.ID - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator yang melampaui baku mutu emisi udara di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Langkah tegas ini diambil Ketika meninjau TPS Batu Rengat dan Pasar Caringin untuk memastikan kesehatan masyarakat terlindungi dari polusi berbahaya.Situasi darurat sampah di Kota Bandung menjadi sorotan tajam karena tingkat pengelolaan sampah baru mencapai angka 22 persen berdasarkan data KLH/BPLH. 

Kondisi ini menuntut langkah nyata dari pemerintah daerah untuk membenahi sistem pengolahan limbah agar selaras dengan standar lingkungan nasional.

“Kota Bandung punya tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dengan capaian yang masih sekitar 22 persen, upaya perbaikan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” terang Menteri Hanif, dilansir dari siaran pers KLH, 16 Januari 2026.

Menteri Hanif menekankan bahwa solusi atas masalah sampah tidak boleh mengorbankan kualitas udara yang dihirup warga. Ia meminta Wali Kota Bandung segera menghentikan fasilitas pembakaran di TPS Batu Rengat hingga seluruh persyaratan teknis dan standar baku mutu lingkungan terpenuhi. 

iklan sidebar-1

Baginya, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah harus selalu berpijak pada prinsip perlindungan lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku tanpa pengecualian.

Menteri Lingkungan Hidup menginstruksikan penghentian operasional insinerator yang melampaui baku mutu emisi udara di Kota Bandung. foto: KLH

Selain ketegasan terhadap standar emisi, Menteri Hanif mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat fondasi pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumber rumah tangga. Pemilahan yang masif di hulu diyakini akan secara signifikan mengurangi beban di hilir dan meningkatkan nilai guna sampah. 

Salah satu solusi teknis yang disarankan adalah optimalisasi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif bagi sampah yang memiliki nilai kalor tinggi, dengan tetap memperhatikan kesiapan mitra pemanfaat.