INFOTREN.ID - New York Knicks berhasil mengamankan kemenangan penting dalam Game 1 Final NBA dengan skor akhir 105-95. Kemenangan ini menjadi penanda bahwa mereka mampu meraih hasil positif meski performa ofensif tim secara keseluruhan berada di bawah rata-rata standar yang biasa mereka tampilkan pada fase postseason kali ini.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rentetan positif tim menjadi sebelas pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. Keberhasilan ini dicapai dengan memanfaatkan peluang yang terbuka serta sedikit sentuhan keberuntungan dalam situasi krusial pertandingan.

Secara statistik, performa serangan Knicks pada pertandingan tersebut cukup mengecewakan jika dilihat dari metrik efisiensi. Tim hanya mampu mencatatkan 105 poin per 100 penguasaan bola, yang merupakan rating ofensif terendah yang mereka raih sepanjang gelaran babak playoff sejauh ini.

Faktor utama yang menonjol adalah rendahnya akurasi tembakan dari luar garis tiga angka yang mereka lepaskan. Knicks hanya berhasil memasukkan 30,6 persen dari total percobaan tembakan tiga angka, yang setara dengan hanya 3 kali sukses dari 23 upaya yang dilakukan.

Bahkan bintang utama tim, Jalen Brunson, yang menunjukkan kegigihan luar biasa di tengah tekanan fisik lawan, harus melepaskan 31 tembakan untuk mengumpulkan total 30 poin. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya tim ini membangun ritme ofensif yang cair.

Selain itu, permasalahan efisiensi juga terlihat pada area tembakan jarak menengah. Secara kolektif, tim hanya mampu mengonversi 9 dari total 29 percobaan tembakan jarak menengah yang mereka ambil selama pertandingan berlangsung.

Meskipun menghadapi tantangan statistik yang kurang menguntungkan tersebut, Knicks menunjukkan resiliensi yang tinggi di lapangan. Mereka berhasil mempertahankan fokus dan ketidakmauan untuk menyimpang dari rencana permainan awal yang telah ditetapkan oleh tim pelatih.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, penampilan gigih Jalen Brunson di bawah tekanan fisik lawan menjadi sorotan utama dalam menjaga keunggulan tim. Ia dipaksa bekerja keras melakukan 31 upaya tembakan untuk meraih 30 poin yang dicetaknya malam itu.

Kemenangan ini menjadi pelajaran penting bahwa mentalitas pantang menyerah dan adaptasi taktis dapat menutupi kekurangan dalam efisiensi ofensif pada laga-laga penentuan seperti final. Tim menunjukkan bahwa pertahanan dan kemauan bertarung menjadi kunci utama dalam Game 1 ini.