INFOTREN.ID - Bank Indonesia (BI) baru saja memublikasikan data terkini mengenai posisi Utang Luar Negeri (ULN) Republik Indonesia per awal tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan total kewajiban eksternal negara yang signifikan sebagai barometer kesehatan ekonomi makro.

Posisi ULN Indonesia pada bulan Januari 2026 tercatat mencapai nominal yang sangat besar, yakni menyentuh angka 434,7 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini menjadi sorotan utama dalam tinjauan stabilitas keuangan negara.

Salah satu indikator penting yang menyertai angka nominal tersebut adalah tingkat pertumbuhannya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini menunjukkan dinamika penarikan utang yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Menurut catatan resmi yang tersedia, pertumbuhan utang luar negeri Indonesia tersebut berada pada kisaran 1,7 persen secara tahunan. Angka ini memberikan gambaran mengenai laju penambahan beban utang negara.

Selain nilai absolut dan pertumbuhan, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga menjadi tolok ukur utama kesehatan fiskal. Rasio ini mencerminkan seberapa besar utang negara dibandingkan dengan total output ekonomi yang dihasilkan.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa rasio Utang Luar Negeri Indonesia terhadap PDB pada Januari 2026 berada pada persentase 29,6 persen. Angka ini perlu dicermati dalam konteks batas aman yang ditetapkan secara internasional.

Informasi mengenai capaian tersebut didapatkan dari laporan resmi yang dikeluarkan oleh otoritas moneter tertinggi di Indonesia. Hal ini menegaskan validitas data yang disajikan kepada publik dan para pemangku kepentingan.

"Utang luar negeri RI Januari 2026 mencapai 434,7 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 1,7 persen yoy dan rasio terhadap PDB jadi 29,6 persen," demikian pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa meskipun nominal utang meningkat, rasio terhadap PDB masih berada di level yang relatif terkendali, meskipun perlu terus diawasi pertumbuhannya, dilansir dari sumber data BI.