INFOTREN.ID - Daftar miliarder dunia versi Forbes 2026 menunjukkan tren signifikan mengenai munculnya generasi superkaya baru yang usianya sangat muda. Tahun ini, tercatat ada 35 miliarder yang usianya belum mencapai 30 tahun.

Meskipun angka tersebut hanya merepresentasikan sekitar 1 persen dari total 3.428 miliarder global, peningkatan ini menandakan dinamika baru dalam distribusi kekayaan dunia. Fokus artikel ini adalah menyoroti lima miliarder termuda yang berusia antara 20 hingga 21 tahun dengan akumulasi harta fantastis.

Salah satu nama yang menonjol adalah Johannes von Baumbach, miliarder muda asal Jerman yang baru berusia 20 tahun. Ia tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar 6,4 miliar dolar AS, setara Rp108,8 triliun dengan kurs Rp17.000 per dolar AS.

Berdasarkan data real time per 14 Maret 2026, kekayaan ini menempatkan Johannes di peringkat ke-611 orang terkaya di dunia. Sebagian besar kekayaan tersebut merupakan warisan dari perusahaan farmasi tempat keluarganya memegang kendali.

Johannes adalah pewaris kekayaan Boehringer Ingelheim, yang merupakan perusahaan farmasi swasta terbesar di dunia. Perusahaan yang didirikan pada 1885 oleh Albert Boehringer ini awalnya fokus pada pasokan bahan untuk industri tekstil, makanan, dan apotek.

"Boehringer Ingelheim menjadi salah satu perusahaan farmasi global yang memproduksi berbagai obat penting, termasuk untuk pengobatan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), terapi antikoagulasi, serta diabetes tipe 2," ujar seorang analis bisnis, dilansir dari IDN Times. Perusahaan ini kini mempekerjakan sekitar 53.000 karyawan dan produknya tersebar di lebih dari 130 negara.

Amelie Voigt Trejes, yang juga baru berusia 20 tahun, menempati daftar ini dengan kekayaan bersih sekitar 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp18 triliun, sebagaimana dilaporkan majalah bisnis global Forbes. Kekayaan Amelie bersumber dari kepemilikan sekitar 2 persen saham di WEG.

WEG merupakan perusahaan produsen motor listrik terbesar di Amerika Latin, yang didirikan oleh mendiang kakek Amelie. Kini, perusahaan berbasis di Brasil tersebut telah berkembang menjadi entitas multinasional yang tercatat di bursa saham.

"WEG saat ini telah menjadi perusahaan multinasional yang tercatat di bursa saham," ungkap seorang pakar pasar modal, dilansir dari IDN Times. Perusahaan ini memiliki fasilitas manufaktur di lebih dari sepuluh negara dan membukukan pendapatan tahunan sekitar 7 miliar dolar AS.