INFOTREN.ID - Sebuah insiden serius mengguncang kawasan industri penting di Iran pada hari Sabtu waktu setempat, ketika serangan yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel menargetkan fasilitas vital. Kejadian ini berpusat di Zona Ekonomi Petrokimia Khusus Mahshahr yang terletak di wilayah barat daya negara tersebut.

Dampak langsung dari serangan mendadak tersebut dilaporkan sangat fatal, mengakibatkan hilangnya nyawa sejumlah pekerja yang berada di lokasi. Sebanyak lima orang dipastikan gugur dalam peristiwa yang terjadi di tengah ketegangan regional yang kian memanas.

Kabar mengenai korban jiwa ini kemudian dikonfirmasi oleh otoritas setempat melalui kantor berita resmi Iran. Pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa serangan tersebut memiliki dampak destruktif signifikan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Wakil gubernur provinsi Khuzestan, Valiollah Hayati, memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempuran tersebut. Informasi ini kemudian disiarkan secara luas oleh media internasional.

"Lima orang gugur setelah serangan musuh Amerika-Zionis terhadap beberapa perusahaan yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr," kata ISNA, mengutip wakil gubernur provinsi Khuzestan, Valiollah Hayati, dilansir AFP, Minggu (5/4/2026).

Selain korban jiwa, serangan yang dikaitkan dengan kekuatan asing ini juga menimbulkan dampak luas pada tenaga kerja di fasilitas tersebut. Data awal menunjukkan adanya peningkatan jumlah korban luka akibat ledakan atau pecahan material.

Kantor berita resmi IRNA memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi para korban yang selamat dari serangan dramatis tersebut. Data menunjukkan bahwa dampak cedera yang dialami relatif ringan bagi sebagian besar pekerja.

IRNA melaporkan bahwa total korban luka mencapai angka 170 orang dalam insiden ini. Mereka segera mendapatkan penanganan medis intensif setelah serangan tersebut berhasil dilumpuhkan.

Lebih lanjut, kantor berita IRNA menggarisbawahi bahwa meskipun banyak yang terluka, kondisi mereka umumnya tidak memerlukan perawatan inap rumah sakit yang berkepanjangan. Sebanyak 170 orang terluka dalam serangan itu, dan mereka sudah ditangani dan tidak memerlukan rawat inap, dilansir dari IRNA.