INFOTREN.ID - Suasana peringatan Hari Al Quds di Iran berubah mencekam pada Jumat (13/3) setelah terdengar ledakan keras di wilayah Teheran. Rekaman video yang beredar menunjukkan asap hitam pekat mengepul tinggi ke udara, menandakan adanya insiden serius di ibu kota negara tersebut.

Insiden ini terjadi bertepatan dengan momen ketika warga Iran tengah memadati jalanan untuk memperingati Hari Al Quds. Peringatan tahunan ini selalu diselenggarakan setiap Jumat terakhir bulan Ramadan sejak inisiasi Iran pada tahun 1979.

Hari Al Quds sendiri merupakan momentum penting yang digagas oleh Iran sebagai bentuk solidaritas global terhadap perjuangan rakyat Palestina. Peringatan ini juga menjadi wadah penolakan tegas terhadap pendudukan Israel di wilayah Yerusalem.

Sayangnya, demonstrasi damai tersebut diwarnai tragedi kemanusiaan yang menimbulkan korban jiwa. Dilansir dari CNN Indonesia, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden yang terjadi saat itu.

Korban jiwa tersebut meninggal karena terkena serpihan peluru yang diduga berasal dari serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi AS-Israel di sekitar lokasi kejadian. Kejadian ini menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus memanas.

"Rekaman video menunjukkan ledakan dan asap hitam membumbung tinggi di Teheran, Iran pada Jumat (13/3)," demikian dilansir dari CNN Indonesia mengenai visualisasi kejadian saat itu.

Peristiwa tragis ini terjadi saat ketegangan antara Iran dengan aliansi AS-Israel sedang berada di puncaknya. Konflik yang berkelanjutan ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang signifikan di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, dampak dari konflik yang terus berlanjut antara Iran dan aliansi AS-Israel telah merenggut banyak nyawa warga sipil. Setidaknya tercatat ada 1.300 warga sipil yang menjadi korban meninggal dunia akibat eskalasi konflik tersebut.

"Hingga kini, konflik antara Iran dan AS-Israel telah menewaskan setidaknya 1.300 warga sipil," sebut artikel tersebut, menggarisbawahi tingginya angka korban sipil akibat perseteruan regional ini.