INFOTREN.ID - Sentimen publik di Amerika Serikat menunjukkan pergeseran signifikan mengenai posisi politik Presiden Donald Trump. Mayoritas warga negara kini menyuarakan keinginan agar Kongres segera mengambil langkah pemakzulan terhadap orang nomor satu di Gedung Putih tersebut.
Dorongan kuat ini timbul sebagai respons langsung terhadap kebijakan luar negeri Trump, terutama terkait dengan eskalasi militer yang terjadi antara koalisi AS-Israel dan Republik Islam Iran. Perang yang dilancarkan ini telah berlangsung lebih dari 40 hari sebelum hasil survei ini dipublikasikan.
Sebuah survei independen terbaru memberikan gambaran jelas mengenai tingkat ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Trump saat ini. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pemilih terdaftar mulai condong ke arah pemakzulan.
Newsweek menjadi media yang memublikasikan temuan mengejutkan ini pada hari Rabu (8/4) waktu setempat. Data menunjukkan adanya peningkatan dukungan yang signifikan dari masyarakat Amerika terhadap proses pemakzulan.
Secara spesifik, hasil survei mencatat bahwa 52 persen dari pemilih terdaftar memberikan dukungan penuh untuk pemakzulan Presiden Trump. Angka ini berbanding terbalik dengan segmen pemilih yang masih menolak langkah tersebut.
"Sebanyak 40 persen pemilih terdaftar menyatakan penentangan mereka terhadap upaya pemakzulan Presiden Trump," demikian disajikan dalam temuan survei tersebut.
Survei ini melibatkan partisipasi dari 790 responden dan dilaksanakan pada Kamis (9/4/2026), dilansir dari Press TV. Pelaksanaan jajak pendapat ini merupakan inisiatif bersama dari dua organisasi yang memiliki pandangan kritis terhadap kebijakan Trump.
Dua kelompok yang menginisiasi survei ini adalah organisasi advokasi progresif Impeach Trump Again dan Free Speech for People. Kedua kelompok tersebut secara konsisten menyuarakan penolakan terhadap perang yang dipimpin Trump melawan Iran dan berbagai kebijakan kontroversial lainnya.
"Sebanyak 790 orang berpartisipasi dalam survei ini," ujar salah satu pelaksana survei.