INFOTREN.ID - Gangguan pemadaman listrik berskala besar melanda Kota Medan pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, yang secara langsung mengakibatkan lumpuhnya layanan jaringan internet di seluruh wilayah. Kejadian ini menimbulkan kesulitan signifikan bagi banyak penduduk yang mengandalkan koneksi digital untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Dampak utama dari pemadaman ini adalah terputusnya akses komunikasi seluler, yang membuat warga kesulitan untuk menghubungi orang lain, baik melalui aplikasi pesan instan maupun panggilan suara biasa. Kondisi ini berlangsung selama beberapa jam sejak listrik mulai padam.
Untuk mengatasi krisis konektivitas dan daya baterai ponsel yang menipis, sebagian warga Kota Medan mengambil inisiatif mencari tempat yang masih memiliki penerangan dan daya listrik mandiri. Mereka berbondong-bondong mendatangi warung kopi atau rumah makan yang dilengkapi dengan perangkat generator set (genset).
Fasilitas genset di lokasi-lokasi tersebut menjadi penyelamat sementara, di mana warga dapat mengisi ulang daya baterai telepon genggam mereka yang sudah berada dalam kondisi kritis. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar ponsel tetap dapat beroperasi untuk komunikasi darurat.
Salah seorang warga bernama Riko menceritakan kronologi terganggunya layanan komunikasi di lingkungannya akibat pemadaman listrik tersebut. Ia menyoroti betapa cepatnya layanan digital menghilang pasca listrik padam.
"Sejak jam 21.00 WIB jaringan sudah mulai hilang, lalu pada pukul 22.00 jaringan internet sudah putus total tidak bisa menghubungi siapa pun melalui whatshapp maupun nomor biasa," ucap Riko, Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Kondisi nihil sinyal dan kegelapan total di rumah memaksa Riko untuk bertahan di sebuah warung bakmi yang masih menyala lampunya. Keberadaannya di sana semata-mata untuk memastikan ponselnya tetap menyala.
Riko menambahkan bahwa situasi jaringan benar-benar tidak dapat digunakan sama sekali saat pemadaman terjadi, sementara daya baterai ponselnya sangat rendah. "Asli jaringan total rusak dan tidak ada sama sekali. Kondisi batre handphone juga tinggal sedikit jadi duduk aja lah di warung bakmi yang menyala lampu," ungkap Riko.
Ia dan beberapa rekannya berencana untuk segera kembali ke tempat tinggal mereka setelah baterai ponsel terisi penuh, meskipun listrik di rumah mereka belum menyala kembali. Keputusan ini didasari pertimbangan waktu yang sudah sangat larut malam.