INFOTREN.ID - Kementerian Pertahanan Inggris memberikan pengumuman resmi mengenai eskalasi aktivitas militer mereka di kawasan Timur Tengah yang dinilai berisiko tinggi. Tindakan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap dinamika keamanan regional yang kian memanas.
Secara spesifik, jet-jet tempur milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berhasil menembak jatuh sejumlah wahana nirawak (drone) yang diduga berasal dari Iran. Kejadian ini dilaporkan terjadi dalam kurun waktu semalam.
Informasi ini merupakan bagian dari pembaruan aktivitas militer harian yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Pembaruan tersebut menyoroti peran Inggris di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Dilansir Anadolu Agency pada Selasa, 31 Maret 2026, Kementerian Pertahanan Inggris merinci bagaimana drone-drone tersebut berhasil dilumpuhkan. Drone-drone Iran tersebut dihancurkan oleh penembak jitu yang tergabung dalam Resimen RAF.
"Drone-drone Iran tersebut dihancurkan oleh penembak Resimen RAF," kata Kementerian Pertahanan Inggris merujuk pada keberhasilan operasi tersebut.
Operasi pertahanan ini melibatkan armada udara Inggris yang sangat mumpuni. Jet tempur Typhoon dan jet tempur F-35 dikerahkan untuk menjaga keamanan wilayah udara yang menjadi fokus utama operasi.
Selain pesawat tempur berawak, helikopter Wildcat milik Angkatan Udara Inggris juga turut serta dalam misi penegakan keamanan tersebut. Kehadiran berbagai aset udara ini menunjukkan kesiapan tempur Inggris.
Misi pertahanan ini secara berkelanjutan dilaksanakan di beberapa lokasi strategis di Timur Tengah. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Siprus, Yordania, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
"Jet tempur Typhoon dan jet tempur F-35 milik Angkatan Udara Inggris, bersama dengan helikopter Wildcat, melanjutkan misi pertahanan di Siprus, Yordania, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab," jelas Kementerian Pertahanan Inggris, dilansir Anadolu Agency.