INFOTREN.ID - Ambisi politik Sanae Takaichi untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang semakin nyata.

Politikus senior dari Partai Demokrat Liberal (LDP) ini tengah menjajaki pembentukan koalisi baru dengan Partai Inovasi Jepang (JIP), partai konservatif yang tengah naik daun.

Langkah ini diambil menyusul keluarnya Komeito dari koalisi yang sudah terjalin selama 26 tahun bersama LDP.

Situasi ini membuat LDP kekurangan dukungan mayoritas di parlemen, terutama menjelang pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Banyak anggota partai kami yang melihat pentingnya mendorong kebijakan utama melalui koalisi, untuk benar-benar mengubah wajah politik Jepang,” ujar Fumitake Fujita, petinggi JIP, kepada awak media pada Kamis (16/10/2025) dilansir dari Reuters.

Jika koalisi LDP dan JIP terbentuk, mereka hanya kekurangan dua kursi dari jumlah minimal untuk menguasai Dewan Rendah.

Ini menjadi kunci untuk mengamankan kursi perdana menteri, yang saat ini masih dijabat oleh Shigeru Ishiba.

Hirofumi Yoshimura, ketua JIP, telah mengisyaratkan dukungan partainya terhadap Takaichi, dengan catatan: kesepakatan kebijakan harus dicapai terlebih dahulu.

Di antaranya mencakup rencana reformasi jaminan sosial, pemindahan fungsi ibu kota kedua, hingga amandemen konstitusi yang memungkinkan peningkatan kemampuan militer Jepang.