INFOTREN.ID - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto secara individual telah mencapai 74,9 persen, sementara kinerja pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih angka kepuasan sebesar 74,1 persen.
Hasil survei dari dua lembaga independen yang dirilis pada pekan ini mengonfirmasi adanya dukungan publik yang signifikan terhadap arah kebijakan pemerintahan yang sedang berjalan. Angka kepuasan yang tinggi ini menjadi modal politik penting bagi Presiden Prabowo dalam melaksanakan agenda fiskal yang ambisius.
Modal politik tersebut sangat krusial untuk mengeksekusi berbagai program prioritas, terutama program sosial yang melibatkan anggaran bernilai miliaran dolar, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG ini kini menjadi sorotan utama publik sebagai penggerak utama dalam meningkatkan persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah.
Menurut data dari Poltracking Indonesia, inisiatif MBG merupakan program yang paling fenomenal di mata masyarakat, dengan tingkat kesadaran publik yang mencapai angka 88 persen. Program ini menjadi salah satu faktor utama dalam tingginya angka kepuasan yang tercatat.
"Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran didukung oleh program Makanan Bergizi Gratis, di mana 23% responden menyebutkannya sebagai faktor pendukung," ungkap Masduri Amrawi selaku Peneliti Utama Poltracking Indonesia pada hari Senin.
Lebih lanjut, sebanyak 55 persen responden survei menyatakan puas terhadap implementasi program MBG, meskipun terdapat 35,8 persen responden yang masih menunjukkan sikap kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun populer, pemerintah masih perlu mengoptimalkan jaringan logistik yang sangat masif untuk program tersebut.
Kelancaran luar biasa dalam penanganan arus mudik dan balik Idulfitri tahun 2026 juga turut menyumbang sentimen positif signifikan terkait kapabilitas eksekusi infrastruktur pemerintah. Data dari Cyrus Network menunjukkan kepuasan pemudik sangat tinggi selama periode libur Lebaran.
Sebanyak 84,5 persen pemudik menyatakan puas atas kualitas pelayanan yang diberikan selama musim mudik Lebaran, dan angka ini melonjak menjadi 85,2 persen untuk arus balik. Peningkatan ini didukung oleh kebijakan strategis penerapan kerja dari rumah (WFH) pada tanggal 26 dan 30 Maret guna meredakan kepadatan lalu lintas.
"Momentum dua hari kerja tersebut membuat jalanan relatif lebih terkendali dan dapat diprediksi," jelas Syahril Ilhami dari Cyrus Network mengenai dampak kebijakan WFH tersebut.