INFOTREN.ID - Perairan strategis Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia pasca insiden serius yang terjadi pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat. Dua kapal tanker minyak dilaporkan mengalami ledakan hebat saat berupaya melintasi jalur pelayaran vital tersebut.
Akibat dari ledakan yang mengagetkan tersebut, kedua kapal tanker minyak dilaporkan mengalami kelumpuhan total. Situasi ini membuat kapal-kapal tersebut tidak dapat melanjutkan pelayaran mereka, menambah daftar kekhawatiran di salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menjadi pihak pertama yang merilis pernyataan resmi terkait peristiwa ini. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah sebuah kecelakaan biasa yang terjadi secara spontan.
"Kejadian di Selat Hormuz bukanlah kecelakaan biasa," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh IRGC, mengisyaratkan adanya faktor lain yang mungkin terlibat dalam insiden ini.
IRGC juga menyampaikan dugaannya terkait penyebab utama di balik ledakan yang melumpuhkan kedua kapal tanker tersebut. Mereka menduga adanya tekanan militer dari Amerika Serikat yang berkontribusi pada insiden ini.
"Ada tekanan militer dari Amerika Serikat yang mungkin menjadi penyebab utama insiden ini," ujar pihak IRGC, menekankan dugaan keterlibatan kekuatan asing.
Insiden ini tentu saja menimbulkan dampak signifikan terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu koridor terpenting bagi distribusi minyak mentah global, sehingga gangguan di area ini sangat berpotensi memicu fluktuasi harga energi dunia.
Situasi ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak terkait untuk segera melakukan investigasi mendalam. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan jalur pelayaran dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan demi stabilitas pasokan energi global.
Dikutip dari HOTNEWS.ID, insiden ini terjadi pada Senin (20/7) dini hari waktu setempat, menambah daftar insiden keamanan maritim di kawasan yang krusial bagi perekonomian dunia.